Intelijen AS Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia di Medan Pertempuran

Merdeka.com - Merdeka.com - Harian the New York Times (Times) melaporkan, intelijen Amerika Serikat membantu pasukan Ukraina membunuh banyak jenderal Rusia dalam perang di Ukraina. Times mengutip informasi itu dari sejumlah pejabat senior AS.

Dilansir laman Reuters, Kamis (5/5), menurut Times, AS memberikan informasi pergerakan pasukan Rusia dan lokasi mereka serta rincian lainnya tentang markas lapangan tentara Rusia dan Ukraina menggabungkan bantuan informasi itu dari intelijennya sendiri untuk melancarkan serangan yang menewaskan jenderal Rusia.

Pentagon dan Gedung Putih tidak membalas permintaan tanggapan dari Reuters mengenai hal ini.

Pejabat Ukraina mengatakan mereka sudah membunuh sekitar 12 jenderal Rusia di medan pertempuran, kata Times. Namun pejabat AS menolak memberi tahu berapa banyak jenderal Rusia yag tewas akibat informasi dari intelijen AS itu.

Hingga akhir Maret lalu Ukraina mengatakan sedikitnya sudah tujuh jenderal Rusia tewas dalam perang di Ukraina.

Semangat juang para prajurit Rusia yang rendah disebut-sebut sebagai penyebab komandan senior mereka harus terjun langsung ke garis depan pertempuran.

Perlawanan tangguh Ukraina, buruknya peralatan perang Rusia dan banyaknya korban di pihak Rusia diduga menjadi penyebab rendahnya daya juang pasukan Rusia.

Tentara Rusia diyakini menggunakan sistem komunikasi yang terbuka, misalnya ponsel dan radio analog yang sangat mudah disadap dan itu bisa mengungkap lokasi keberadaan jenderal mereka.

Pejabat di lingkaran dalam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada the Wall Street Journal, Ukraina memiliki intelijen militer yang bertugas menargetkan sejumlah pejabat tinggi militer Rusia. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel