Intensitas Hujan Tinggi, Pemudik Jalur Selatan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Badan Geologi, Ediar Usman mengatakan, di musim mudik lebaran tingkat curah hujan mengalami tren peningkatan. Bahkan diperkirakan intensitasnya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Sekarang ini intensitas curah hujan masih tinggi dan kemungkinan meningkat," kata Ediar dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (25/4).

Pihaknya pun telah memetakan tingkat kerawanan daerah-daerah yang dilalui pemudik. Mereka adalah jalur lintas tengah dan selatan Jawa, jalur Sumatera, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur bagian barat.

"Kita sedang melakukan pemantauan untuk melakukan di mana saja yang perlu mendapatkan perhatian," kata Ediar.

Selain potensi bencana alam akibat curah hujan tinggi, Badan Geologi melihat ada potensi gerakan tanah, jalan amblas yang bisa mengganggu aktivitas dan kegiatan transportasi lainnya. Termasuk juga gempa bumi dan tsunami yang potensinya sulit diprediksi.

"Terkait potensi bencana geologi, ada potensi gerakan tanah dan tanah amblas yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan transportasi lainnya," kata dia.

Pemantauan gunung api juga dilakukan kepada 69 dari 77 gunung api yang masih aktif. Pemantauan dilakukan selama 1x24 jam selama 7 hari. Pemantauan dilakukan dari stasiun-stasiun pemantauan dan gerakan tanah aktif juga ikut dipantau. Tidak kurang dari 74 pos pengamatan menjadi pantau Badan Geologi.

"Kita pantau ini yang di sekelilingnya tinggal masyarakat yakni 60 gunung api," kata dia.

Hasil pemantauan kemudian disampaikan secara langsung melalui aplikasi Magma Indonesia yang bisa langsung diakses masyarakat. Pada aplikasi tersebut kata Ediar, pihaknya mempersilakan masyarakat melakukan pengaduan terkait bencana alam yang terjadi di lokasi tempat masyarakat berada. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel