Inter Milan Vs Real Madrid, Conte Siap Turunkan 3 Striker Sekaligus

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte kerap menggunakan formasi 3-5-2 dalam setiap pertandingan. Namun, ia mengaku, tidak menutup kemungkinan bahwa pada suatu waktu bisa saja menurunkan 3 striker sekaligus.

Biasanya, Conte selalu menduetkan Romelu Lukaku dengan Lautaro Martinez di lini depan. Meskipun, Lautaro sering kali tampil bergantian dengan Alexis Sanchez.

Di pertandingan terakhir Inter Milan melawan Torino dalam lanjutan Serie A, akhir pekan kemarin, Conte menurunkan 3 striker sekaligus di babak kedua. Lukaku, Lautaro, dan Alexis dipercaya oleh Conte untuk bermain bersama.

Hasilnya terbilang memuaskan karena Nerazzurri yang sebelumnya tertinggal 0-2 mampu bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 4-2. Maka dari itu, Conte melihat skema ini sebagai solusi di masa depan.

Selain itu, Conte juga menyadari bahwa bermain dengan 3 penyerang akan membuat Inter memiliki risiko kebobolan yang lebih besar. Sebab, para pemain akan fokus menyerang.

"Bermain dengan tiga penyerang bisa menjadi solusi selama pertandingan, atau jika Anda bermain melawan tim yang lebih rendah levelnya dari Inter," kata Conte, seperti dikutip Football Italia, Rabu 25 November 2020.

"Skuad kami sudah cukup kuat dalam menyerang, dengan pemain sayap dan satu gelandang maju. Saya pikir akan sulit untuk melihat kami memainkan tiga penyerang sekaligus dan itu terlalu berisiko bagi tim," ucapnya.

Selanjutnya, Inter akan menghadapi Real Madrid dalam matchday keempat Grup B Liga Champions 2020/2021. La Beneamata wajib meraih poin penuh jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

Saat ini, Inter Milan berada di posisi juru kunci klasemen sementara Grup B dengan koleksi 2 poin. Bukan tak mungkin, Conte akan menurunkan tiga penyerang sekaligus karena mereka sangat membutuhkan gol.

"Tiga pertandingan tersisa dan saya pikir kami setidaknya harus mencetak tujuh poin untuk lolos, jika tidak bisa memenangkan semuanya. Saya masih berpikir bahwa grup kami adalah grup yang paling sulit," ujarnya.

"Kami pantas mendapatkan lebih banyak poin dari penampilan kami, tetapi kami tidak mampu menguncinya. Itu berarti kami semua harus mencoba strategi lain untuk meningkatkan kualitas kami," tutur eks pelatih Juventus tersebut.