Internet di Jayapura Lumpuh, Telkom Minta Maaf dan Percepat Perbaikan Layanan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Layanan internet PT Telkom Indonesia (Telkom) di wilayah Jayapura dan sekitarnya mengalami gangguan akibat putusnya infrastruktur kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak - Sarmi.

Terkait gangguan tersebut Telkom meminta maaf dan mengupayakan percepatan perbaikan layanan agar segera kembali normal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan masyarakat di wilayah Jayapura dan sekitarnya yang terdampak. Kami akan mengupayakan percepatan agar kualitas layanan bisa segera kembali normal,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, melalui keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Pujo menuturkan untuk layanan telepon dan SMS sudah kembali normal pada hari yang sama, tepatnya pukul 22.45 WIB.

Sementara itu, untuk layanan data baik fixed maupun mobile broadband masih dalam proses pemulihan kualitas layanan secara bertahap dengan mengoptimalkan kapasitas satelit, sistem komunikasi radio IP terrestrial, dan juga dukungan dari infrastruktur lainnya termasuk pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur.

Kabel Laut Telkom Jayapura Putus

Kabel laut Telkom di Jayapura putus pada titik 360 kilo meter, sehingga mengakibatkan jaringan data seluler (internet) mati total di wilayah tersebut.

Kepala Telkom Jayapura, Sugeng, mengungkapkan putusnya kabel laut itu ada di wilayah Jayapura antara Sarmi dan Biak.

"Estimasi perbaikan sekitar satu bulan," kata Sugeng sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (1/5/2021).

Ia menambahkan, perbaikan kabel laut yang cukup lama karena harus menunggu kapal khusus.

"Untuk sementara hanya bisa telepon dan SMS," tuturnya.

Apa Penyebabnya?

Berdasarkan pantauan Antara di lapangan, komunikasi via telepon dan SMS baru bisa dilakukan pada Sabtu pagi ini.

Sementara itu, jaringan internet mati total sejak Jumat malam (30/4/2021).

Sugeng mengatakan penyebab putusnya kabel laut milik Telkom Jayapura hingga saat ini belum diketahui.