Internet First Media Pulih Pasca Tanah Amblas di Changi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Setelah terkena dampak dari gangguan yang terjadi pada Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakarta-Bangka-Batam-Singapura dan Jakarta-Kalimantan-Batam-Singapura, First Media melakukan upaya pemulihan dengan cara menambahkan kapasitas bandwidth darurat sebesar 200 Gbps.

Dalam waktu kurang dari 1x24 jam, tepatnya sejak kemarin pukul 3 sore hingga pukul 3 dini hari ini, produk yang dihadirkan oleh PT Link Net Tbk itu telah berhasil memulihkan layanan. Seluruh pelanggan kini sudah dapat menikmati layanan internet dengan normal kembali.

Gangguan yang terjadi pada SKKL B2JS dan Jakabare memberikan dampak terhadap layanan seluruh Internet Service Provider di Indonesia pengguna SKKL tersebut. Gangguan yang terjadi berupa penurunan kecepatan internet yang dirasakan oleh pelanggan.

Link Net menggunakan tiga sistem kabel bawah laut ke Singapura, yaitu SKKL Jakabare milik PT Indosat Tbk, SKKL B2JS yang dioperasikan oleh PT Ketrosden Triasmitra, dan satu backup dari SKKL lain.

“Gangguan disebabkan oleh gangguan dari faktor eksternal. Kami sangat menyayangkan hal ini, namun juga bersyukur upaya cepat yang dilakukan berhasil,” ujar Chief of Technology and Product Officer Link Net, Edward Sanusi melalui keterangan resmi, dikutip Selasa 22 Juni 2021.

Saat menerima laporan gangguan, Edward menuturkan bahwa Link Net masih sanggup memenuhi kapasitas yang dibutuhkan karena ada dua SKKL yang stand by dengan kapasitas penuh. Namun, gangguan juga terjadi di SKKL lainnya imbas dari amblasnya tanah di daerah Changi, Singapura.

Sementara itu, pakar krisis manajemen Dr Firsan Nova menyampaikan bahwa penting bagi setiap perusahaan untuk mampu mengelola risikonya guna menghindari krisis.

“Di sini saya melihat Link Net memiliki kemampuan dalam mengatasi krisis ini, kurang dari 1x24 jam masalah gangguan kabel laut ini bisa diselesaikan,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel