Interpol Buru Bintang Porno Kanada Pelaku Mutilasi

Liputan6.com, Ottawa: Interpol memburu seorang pelaku pembunuhan mutilasi asal Kanada. Pembunuh tersebut diduga seorang bintang porno bernama Luka Rocco Magnotta berusia 29 tahun, dan diduga kuat telah membunuh kekasih sesama jenisnya.

Kasus tersebut mencuat ke publik dan mulai diselidiki pihak keamanan terkait dengan munculnya sebuah video pembunuhan di publik secara online. Dalam video tersebut terlihat gambar seseorang yang sedang membunuh dan memotong bagian tubuh korban.

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/6), pihak Interpol kemudian memposting gambar dan profil Luka Rocco Magnotta di situs mereka. Karena saat ini ia menjadi buronan di Kanada atas kasus pembunuhan itu. Potongan tubuh dari bagian kaki manusia yang dikirim ke kantor pusat Partai Konservatif Kanada, potongan tangan yang dikirik ke  kantor pos Ottawa, dan bagian dada yang ditemukan di Montreal dipercaya milik pria yang berkencan dengan Magnotta. Sementara Luka Rocco Magnotta yang telah kabur ke negara lain, kabarnya memiliki sejumlah nama samaran seperti Eric Newman Clinton dan Vladimir Romanov.

"Tidak ada negara di dunia yang tidak membicarakannya. Banyak beban menimpanya. Banyak tekanan yang mengarah padanya, hal itu pasti akan membuatnya sulit," kata komandan polisi Montreal Ian Lafreniere Rasmussen. Ia juga membuktikan bahwa Magnotta lari ke Amerika Utara.

Bukti kuat yang mengarah pada bintang film porno itu adalah sebuah video yang beredar online tersebut. Yang menunjukkan visual seorang pria berulang kali menusuk pria lain dengan besi pengait es serta kemudian memotong-motongnya. Sementara lagu dari soundtrack film "American Psycho" terdengar mengiringi aksi sadis tersebut.

"Ini adalah video dari pembunuhan itu," kata seorang anggota polisi kepada media Globe and Mail.

Video berdarah yang berdurasi sekitar 10 menit itu menjadi titik awal mula ditemukan oleh pihak berwenang Kanada, yakni seorang pengacara Montana pada Kamis yang kemudian menyadari video itu beredar di seluruh jaringan internet. Kemudian pengacara Roger Renville yang menemukan video itu pada Sabtu, melaporkannya pada Perusahaan Penyiaran Kanada dan menghubungi polisi di Amerika Serikat dan Kanada.

Penyelidikan pun telah dilakukan sejak Selasa, mulai dari penyisiran lokasi pengiriman potongan tubuh di Montreal hingga Ottawa. Apartemen Montreal yang sempat ditinggali Magnotta juga tak luput dari penyelidikan. Di mana bagian tubuh dada ditemukan oleh petugas kebersihan dalam sebuah koper di tumpukan sampah. Menurut hasil penelitian pihak kepolisian, bagian tubuh tersebut diduga milik seorang pria kulit putih yang sedang berkencan dengan Magnotta.

"Kami kehilangan bagian tubuh sehingga sulit saat ini untuk secara positif mengidentifikasi korban," kata Lafreniere pada saat konferensi pers.

Ketika menyelidiki apartemen tersebut, pintu dan jendelanya dibiarkan terbuka ditinggalkan penghuninya. Noda darah pun terlihat di tempat tidur dan bak mandi, serta pada beberapa perabotan lainnya.

Dua bulan lalu, Magnotta pernah menulis komentar aneh pada blognya, "Ini tidak keren, menjadi seorang nekrofilia, benar-benar kesepian," katanya.

Nekrofilia adalah sejenis penyimpangan seksual yang menginginkan hubungan seks dengan mayat.

Sejauh ini pihak kepolisian belum mengatakan bahwa terdapat bukti kekerasan seksual pada korban. Kabar lainnya mengatakan bahwa Magnotta pernah berkencan dengan Karla Homolka, wanita yang pernah dihukum pada 1991 atas pemerkosaan dan pembunuhan dua gadis remaja serta saudara perempuannya. Namun ketika dalam sebuah wawancara pada 2007 dengan surat kabar Toronto, Magnotta membantah mengenal Homolka. (Vin)