Interpol Polri Kawal Deportasi Buronan Mitsuhiro Taniguchi sampai Jepang

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim dari Interpol Polri tengah mengawal proses deportasi terhadap Mitsuhiro Taniguchi (47). Buronan kasus dugaan penipuan bantuan sosial Covid-19 dikawal sampai diterima pihak kepolisian di Jepang.

"NCB Interpol Indonesia bekerja sama dengan Imigrasi pagi ini telah melakukan deportasi buronan WN Jepang Mitsuhiro Taniguchi kepada pihak polisi Jepang yang menjemput langsung dan akan mengawal subjek sampai ke Jepang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Rabu (22/6).

Dedi menjelaskan bahwa pengawalan proses deportasi dilakukan lantaran dalam proses penangkapan ini adanya kerja sama dengan kepolisian Tokyo, Jepang, atau skema Police to Police. "Karena warga Jepang yang dideportasi statusnya pelaku kejahatan di Jepang jadi harus ada kerja sama police to police," ujar Dedi.

Dideportasi karena Tak Miliki Izin Tinggal

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mendeportasi Mitsuhiro Taniguchi (47) seorang buronan dari Kepolisian Tokyo tersangka dugaan penipuan bantuan sosial Covid-19 di Jepang ke negara asalnya, Rabu (22/6) hari ini. Koordinator Pendetensian dan Pendeportasian Ditjen Imigrasi Douglas Simamora menyampaikan pemulangan Mitsuhiro sebagaimana telah diatur dalam pasal 75 UU No6 Tahun 2011, karena tidak memiliki izin untuk tinggal.

"Yang bersangkutan dideportasi dikarenakan tidak memiliki izin tinggal. Paspor kebangsaannya telah dicabut oleh Pemerintah Jepang" jelas Douglas dalam keterangannya.

Selain itu, Douglas menjelaskan Mitsuhiro juga diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati dan menaati peraturan perundang-undangan.

Dicekal Masuk Indonesia

Mitsuhiro diketahui masuk ke Indonesia pada tahun 2020 dengan visa tinggal terbatas untuk penanam modal. Izin tinggal terakhir yang dimiliki Mitsuhiro adalah KITAS yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Jakarta Selatan pada tanggal 19 April 2021 dan berlaku hingga 17 Juni 2023.

Dengan dipulangkannya Mitsuhiro ke negaranya, dia langsung masuk ke dalam daftar penangkalan dan secara otomatis tidak bisa masuk ke wilayah Indonesia selama kurun waktu tertentu. "Yang bersangkutan akan dimasukan ke dalam daftar penangkalan, " ujarnya.

Proses pemulangan Mitsuhiro menggunakan pesawat Japan Airlines JL720 yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Narita Jepang pukul 06.35 WIB.

Sebelumnya, Mitsuhiro ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Kalirejo, Lampung Tengah, Selasa (7/6). Dalam pelariannya dia membuka usaha bisnis perikanan selama di Lampung. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel