Intervensi Prancis di Mali Bakal Berlarut

PBB (AFP/ANTARA) - Prancis berjanji memerangi militan Islamis di Mali “selama masih diperlukan” berisiko menjerumuskan bekas kekuatan kolonial tersebut ke dalam sebuah kampanye yang berlarut-larut, menurut para diplomat dan pakar.


“Konflik itu semakin memburuk dan akan ada kekacauan dalam beberapa pekan ke depan,” tutur seorang duta untuk Dewan Keamanan PBB setelah Paris secara resmi menginformasikan 15 anggota dewan tersebut atas tindakannya di negara Afrika tersebut.


Kelompok militan yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda memaksa Prancis ke dalam konflik itu pada Kamis dengan memindahkan basis kekuatan mereka di Mali utara ke dalam wilayah yang dikuasai pemerintah.


Militan menguasai Mali utara pada Maret lalu dan sejak saat itu menerapkan hukum Islamis yang brutal, menimbulkan ketakutan di antara negara-negara Barat bahwa wilayah itu bisa menjadi tempat perlindungan teroris.


Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan negaranya akan memerangi kelompok Islamis “selama masih diperlukan.” Dia menggambarkan konflik tersebut sebagai unjuk kekuatan dengan melawan terorisme.


“Prancis mungkin saat ini perlu mengambil tindakan keras dalam upayanya melawan kelompok Islamis dan mendesak negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat untuk lebih terlibat,” ujar duta negara barat tersebut. Inggris sudah mengumumkan negaranya akan membantu mengangkut tentara asing ke Mali. Sedangkan memberikan pelatihan militer bagi negara tersebut.(ac/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.