Intip 5 Tren Makanan Paling Hits Saat Pandemi

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 3 menit

VIVAPandemi COVID-19 memberi perubahan pada pola hidup masyarakat, khususnya agar tak berkerumun. Dampak ini tentu sangat terasa dalam tren mengonsumsi makan dan minum yang tak bisa lagi dilakukan sambil berkumpul di luar rumah.

Dituturkan Marketing Director dari Kulo Group, Michelle Sulistyo, pandemi memberi dampak pada penurunan penjualan beragam produk makanan dan minuman. Seiring berjalannya waktu, pembelian secara online mulai meningkat lantaran keinginan masyarakat untuk kembali mencicipi 'jajanan'.

"Banyak yang pesen belanja makanan online dan takeaway selama pandemi karena di rumah pengen jajan di luar. Pasti waktu terbatas juga banyak lockdown. So far so good, sudah banyak yang mau nyemil," tuturnya, dalam konferensi pers daring peluncuran Aplikasi KULO, baru-baru ini.

Ada pun sembilan merek yang dinaungi KULO Group adalah Kopi Kulo, Pochajjang Korean BBQ, Kitamura Shabu-Shabu, Oseng Mie Jontor, Mazeru, Xiji Street Snack, MoTahuAja, Bu Eva Spesial Sambal dan Xi Bo Ba.

Keseluruhan penjualan, kata Michelle, kini sudah meningkat meski antusiasnya lebih condong kepada produk minuman.

Pemesanan tersebut kini dapat dilakukan melalui aplikasi terbaru KULO, yang mana terdapat beberapa fitur seperti loyalty program bernama Kuloku Points, setiap pemesanan dari aplikasi konsumen akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan makanan dan minuman.

Dalam rangka peluncuran aplikasi ini, KULO Group memberikan Welcome Points sebesar 250 points untuk registrasi yang dilakukan selama 17 Maret 2021- 31 Mei 2021.

"Dengan aplikasi ini konsumen bisa mempermudah pesan makanan dan minuman yang diinginkan dengan cepat daripada pergi ke tokonya langsung," pungkasnya.

Dengan mulai meningkatnya penjualan secara online, tren makanan pun mulai berubah. Apa saja? Berikut rangkumannya.

Kopi literan
Salah satu andalan KULO Group adalah Kopi Kulo. Sebelum pamdemi, biasanya banyak yang memilih membeli beberapa gelas kopi untuk dinikmati saat bersantai atau rapat di kantor. Kini, minimnya aktivitas di kantor membuat penjualan kopi berubah dengan inovasi botol literan.

Inovasi ini menjadi tren masyarakat untuk menyimpan kopi susu di rumah dan dapat dinikmati kapan saja. "Saat ini banyak yang simpan kopi literan saat work from home," jelas Michelle, di kesempatan yang sama.

Boba
Minuman dingin dengan tambahan boba telah menjadi tren sejak sebelum pandemi melanda. Namun kini, sistem pembelian online makin mempermudah konsumen untuk memesan minuman boba tersebut.

Hal itu membuat minuman boba ikut menjadi tren selama work from home di era pandemi ini. "Minuman lebih mudah dipesan,apalagi saat ada meeting daring, mempermudah pembelian minuman boba," jelasnya.

Barbekyu-an
Jika sebelum pandemi, era bakar-bakar makanan bersama dengan sistem All You Can Eat tengah digemari, nyatanya hal itu kian disukai masyarakat selama berada di rumah. Apalagi kini, inovasi BBQ alias barbekyu-an, kian menjamur dengan adanya penawaran daging segar yang bisa dinikmati di rumah.

Suasana hangat di rumah bersama keluarga, akan makin menyenangkan dengan tambahan daging lezat yang siap disantap. "Pochajjang tidak terlalu ramai saat dine-in. Semenjak pandemi, konsumen bisa beli fresh beef untuk BBQ di rumah," tutur Michelle.

Rice box
Tren makanan selama pandemi juga mengusung pada konsep serba praktis dan mudah dibeli. Hal ini pula yang menjadi inovasi Pochajjang yang membuat menu rice box.

Pilihan rice box sendiri dibuat untuk dinikmati saat makan siang di kantor atau WFH di rumah. Apalagi, rice box juga menyuguhkan sajian nasi beserta lauk yang mengenyangkan dan pas untuk makan malam.

"Kita keluarkan menu makanan seperti rice box untuk bawa pulang. Menunya sama (ada berbagai macam pilihan lauk)," bebernya.

Shabu-shabu
Senada dengan sistem bakar-bakar atau barbeque (BBQ), pengolahan shabu-shabu juga digemari sebelum pandemi melanda. Namun, semenjak adanya pandemi, konsep dine-in pada restoran shabu-shabu Kitamura mulai menurun.

Untuk itu, salah satu inovasinya adalah dengan menyediakan sajian shabu-shabu mentah beserta bumbu dalam satu mangkok. "Konsumen tinggal masak air panas lalu menyeduh isian di dalam bowl-nya itu. Simple," jelasnya.