Intip Gerak Saham Indofood CBP Usai Beli Produsen Lays

·Bacaan 2 menit
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah membeli seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands Holding B.V, afiliasi dari PepsiCo Inc pada 17 Februari 2021. PT Indofood Fritolay Makmur ini produksi makanan ringan.

Lalu bagaimana pergerakan harga saham ICBP pada Kamis, 18 Februari 2021?

Mengutip data RTI pukul 14.17 WIB, saham ICBP stagnan di posisi Rp 8.825 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham ICBP naik 75 poin ke posisi 8.900 per saham.

Saham ICBP sempat berada di level tertinggi 8.925 dan terendah 8.825 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.433 kali dengan nilai transaksi Rp 49,5 miliar. Pada Kamis siang, investor asing jual saham ICBP sebanyak Rp 13,3 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,22 persen ke posisi 6.240. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.281,35 dan terendah 6.220.

Sebanyak 202 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 255 saham melemah dan menahan penguatan IHSG. 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.028.620 kali dengan nilai transaksi Rp 9,4 triliun.

ICBP Borong Saham Indofood Fritolay Makmur

Sebelumnya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk telah membeli seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands Holding B.V, afiliasi dari PepsiCo, Inc pada 17 Februari 2021. Dengan demikian, kepemilikan saham perseroan di IFL menjadi 99,99 persen saham dari semula 51 persen.

"Transaksi pembelian saham itu sebanyak 49 persen dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL senilai Rp 494 miliar yang akan didanai dari kas internal perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Gideon A.Putro, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo yang harus sudah diselesaikan dalam waktu enam bulan dari sejak tanggal dilakukan transaksi (masa transisi).

Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan dan mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi. Jika dilakukan sejak Februari, perjanjian itu akan berakhir pada Agustus 2021.

Bukan Transaksi Material

Perseroan menyatakan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 pada 20 April 2020 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha, dan transaksi juga bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 pada 1 Juli 2020 mengenai transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

Mengutip laman indofoodcbp, perseroan telah menghadirkan divisi makanan ringan sejak era 1990. Makanan ringan itu mulai beragam keripik dan makanan ringan lainnya termasuk biscuit. Produk tersebut mulai dari Chitato, Qtela, Lays, Doritos, Chiki, Cheetos, Jetz, Trenz, Wonderland dan Dueto.