Intip Harta Orang Terkaya RI Versi Sri Mulyani, Bos Djarum Kalah!

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki versi tersendiri dalam menilai kekayaan orang-orang di Indonesia. Menurut dia, orang terkaya di negara ini bukanlah berasal dari kalangan pengusaha.

Saat menyambut 1.521 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru Kementerian Keuangan, Sri mengatakan, orang terkaya di Indonesia adalah anak buahnya sendiri, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Isa Rachmatarwata.

"Nah pak Isa DJKN orang paling kaya seluruh Indonesia," kata dia belum lama ini.

Isa disebut Sri jadi orang terkaya di seluruh Indonesia karena mengelola aset negara yang saat ini nilainya mencapai Rp10.467,53 triliun. Nilai itu berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019.

Jika dirincikan, aset negara ini terdiri dari aset lancar Rp491,86 triliun, investasi jangka panjang Rp 3.001,2 triliun, aset tetap Rp5.949,59 triliun, piutang jangka panjang (netto) Rp56,88 triliun, dan aset lainnya Rp967,98 triliun.

"Itu yang kita kelola dan itu didapat dari uang pajak, uang bea cukai, uang PNBP dan piutang," tutur Sri.

Jadi, kekayaan yang di maksud Sri bukan karena pendapatan atau harta pribadi yang dimiliki Isa. Namun, jika dibandingkan harta yang dimiliki orang-orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dirilis pada Desember 2020, total aset negara yang dikelola Isa tersebut memang jauh lebih besar. Bahkan mencapai 19 kali lipat kekayaan orang terkaya di RI versi Forbes.

Majalah tersebut masih menempatkan Robert Budi Hartono dan Michael Hartono sebagai orang terkaya di Tanah Air. Pemilik Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk, (BBCA) tersebut memiliki kekayaan US$38,8 miliar atau setara Rp546,9 triliun (kurs Rp 14.094 per dolar AS).

Setelahnya, ada keluarga Widjaja yang berhasil juga masih bertahan di urutan kedua. Keluarga pemilik grup Sinar Mas tersebut berhasil menorehkan kekayaannya sebanyak US$2,3 miliar pada 2020 menjadi US$11,9 miliar atau sekitar Rp167,7 triliun.

Adapun pada urutan ketiga adalah pemilik emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Prajogo Pangestu dengan total kekayaan US$6 miliar atau sekitar Rp85 triliun.

Tentu saja, pernyataan Sri Mulyani ini memang bukan menunjukkan kekayaan Isa yang dimiliki secara pribadi. Namun beberapa kalangan berpendapat bahwa pernyataan ini menunjukkan bahwa aset Indonesia masih jauh lebih besar dari utang yang mencapai sekitar Rp6.000 triliun.