Intip Kisah Timur Turlov, Miliarder Kazakhstan yang Mengejutkan

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pialang saham sukses ini tercatat telah terdaftar di Amerika Serikat. Dia adalah anak muda sukses yang menjadi miliarder dengan menargetkan klien di beberapa negara seperti di Rusia dan Kazakhstan.

Dilansir dari Forbes, Jumat 16 April 2021, miliarder tersebut adalah Timur Turlov yang telah meraup keuntungan besar di pasar saham. Pria berumur 34 tahun ini lahir di Moskow, Rusia pada 1987.

Bisnis utama dari Turlov adalah menjual saham kepada investor ritel, sehingga membuatnya sangat kaya. Dan saham perusahaan pialang yang terdaftar di Nasdaq tersebut, yaitu Freedom Holding, naik drastis 200 persen pada awal Maret.

Kenaikan saham itu membuat Turlov menjadi pendatang baru dalam daftar miliarder Dunia Forbes. Turlov kini ada di peringkat 1.517, dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar US$2,1 miliar atau setara Rp30,66 triliun (kurs US$1= Rp14.600).

Adapun dalam perusahaan Freedom Holding tersebut, Turlov memiliki 72 persen saham yang berkantor pusat di Almaty, Kazakhstan. Kini, Turlov memiliki 200.000 pelanggan dan pendapatan per tahunnya mencapai US$122 juta.

Freedom Holding sendiri kini memiliki tujuh anak perusahaan Freedom Finance yang tersebar di Eropa, Asia Tengah dan AS. Perusahaan ini mirip seperti Charles Schwab yang memberikan akses kepada orang biasa ke berinvestasi di pasar saham.

Sebelum alami kenaikan besar pada awal Maret 2021 ini, laba perusahaan Turlov melonjak menjadi US$126 juta dalam enam bulan tahun lalu. Dan sahamnya telah melonjak, tiga kali lipat antara 5 Maret 2020 dan 5 Maret 2021.

Sementara itu, lonjakan saham dari perusahaan Turlov menurut artikel yang buat Bloomberg pada Februari lalu, disebabkan karena Freedom Holding menawarkan klien akses yang lebih baik ke IPO Amerika seperti Beyond Meat atau Snowflake.

Perlu diketahui, kesuksesan Turlov tentunya tidak mudah, sebab sejak kecil umur tiga tahun Turlov tumbuh tanpa ayah kandungnya. Ayah Turlov hilang di negaranya dan masuk dalam daftar orang hilang hingga saat ini.

Lalu, kejatuhan Uni Soviet menambah gejolak di latar belakang masa kecil Turlov. Ia kemudian menonton film Hollywood yang menginspirasinya untuk bekerja di bidang keuangan.

“Saya ingat film-film Wall Street ini. Dan jika Anda melakukan sesuatu dengan pasar saham, Anda seharusnya sangat, sangat kaya,” kata Turlov. Kemudian, dengan berbekal US$800 dari kakeknya, Turlov mulai terjun ke pasar keuangan.