Intip Kunci Sukses Kembangkan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 begitu memukul kelangsungan usaha di berbagai sektor, terutama di bidang food and beverage (F&B). Menyusul diberlakukannya berbagai kebijakan pembatasan interaksi orang di luar rumah hingga jam operasional penjualan yang membuat bisnis di sektor kuliner terpuruk.

Namun, ada beberapa pengusaha di sektor kuliner yang justru mampu mengembangkan usaha dengan pembukaan beberapa gerai baru di portofolio bisnisnya.

Salah satunya, Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise, Hendy Setiono yang sukses melakukannya ekspansi bisnisnya hingga ke luar negeri.

Dikatakan Hendy, cara untuk mengembangkan usaha di masa kedaruratan ini tak cukup hanya dengan inovasi dan kreativitas semata. Justru, pelaku usaha dituntut untuk mampu berkolaborasi dan bersinergi guna memperkuat bisnis agar mampu berekspansi.

"Rencana untuk membuka cabang di negara India bisa terlaksana pada Desember 2020 ini. Sekarang masih tahap persiapan training bagi karyawan di sana. Jadi memang salah satu cara agar bisa bertahan dan mengembangkan bisnis di tengah pandemi ini. Selain inovasi dan kreatif, adalah sinergi dan kolaborasi," ujar dia dalam webinar BNPB bertema Geliat Pengusaha Lokal Untuk Menembus Pasar Global Dalam Transisi Era Pandemi, Selasa (17/11).

Dijelaskan Hendy, kolaborasi dan sinergi menjadi salah satu cara efektif agar bisnisnya bisa bertahan. Sebab, dalam situasi penuh ketidakpastian akibat pandemi ini perlu keterlibatan pihak lain untuk menguasai pasar.

"Sepeti kita berkolaborasi dengan menggandeng konten kreator untuk pengembangan bisnis. Sehingga lokal brand bisa eksis di luar negeri," paparnya.

Kolaborasi dan Sinergi

Ayam Betutu Merupakan Makanan khas Bali (pubindo.com)
Ayam Betutu Merupakan Makanan khas Bali (pubindo.com)

Selain itu, kolaborasi dan sinergi juga menjadi sarana untuk saling bertukar informasi terkait kondisi pasar yang sangat dinamis. Sehingga baik bagi arah pengembangan bisnis kedepannya.

"Ini juga cara agar menciptakan iklim positif untuk saling belajar dengan mengupgrade ilmu bagi bisnis. Bagaimana kita harus bertahan kedepannya, setelah ada aturan dilarang dine in dan operasional yang terbatas selama pandemi ini," imbuh dia.

Oleh karena itu, dia mendorong pelaku usaha di sektor kuliner untuk lebih memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan mitra di situasi sulit ini. Mengingat apek inovasi dan kreatif dinilai tak cukup kuat untuk mengembangkan bisnis.

"Jadi, spirit acara pagi ini dengan memanfaatkan waktu untuk upgrade ilmu melalui kolaborasi. Kita percaya dibalik musibah ini akna melahirkan orang kaya baru dan mliader baru yang lahir dari pandemi Covid-19," tukasnya.

Sulaeman

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: