Intip Peluang Investasi di Tengah Pandemi yang Beri Keuntungan Lebih

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Di tengah masa pandemi saat ini, minat masyarakat untuk berinvestasi ternyata masih cukup tinggi. Salah satunya adalah investasi Reksadana. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksadana tercatat 2,70 juta investor dari periode Januari sampai 27 Oktober 2020. Angka ini tumbuh 52,20% dari capaian akhir tahun lalu yang tercatat sebanyak 1,77 juta.

Di mata para investor, reksadana masih dianggap menjadi solusi investasi yang menarik di tengah turunnya suku bunga tabungan. Sebagai jenis investasi yang menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, reksadana tetap memiliki resiko. Oleh karena itu sangat penting setiap investor maupun calon investor memahami atas profil, peluang, dan risiko produk investasi juga mengenal profil pengelola investasi yang bisa dipercaya.

Profil risiko seseorang menggambarkan tingkat toleransinya terhadap risiko atau sejauh mana ia dapat menanggung risiko. Biasanya, profil risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, lingkungan, pengalaman, dan pemahaman tentang investasi. Setidaknya ada tiga jenis kategori profil risiko yakni Konservatif, Moderat, dan Agresif. Setelah mengetahui secara singkat profil risiko, kini saatnya ulasan mengenai investasi reksadana.

Keunggulan Investasi Reksadana

Ilustrasi Investasi. (Shutterstock)
Ilustrasi Investasi. (Shutterstock)

Seperti diketahui, reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Sedikitnya ada 5 alasan utama reksadana menjadi investasi pilihan favorit:

  • Reksadana memiliki Potensi Imbal Hasil yang lebih tinggi

  • Reksadana dikelola Manajer Investasi yang profesional sehingga apabila kita berinvestasi di reksadana, kita bisa dengan tenang mempercayakan uang kita diolah oleh ahlinya

  • Diversifikasi Portofolio Investasi artinya portofolio kita tersebar di berbagai aset investasi sehingga secara resiko jauh lebih terukur

  • Imbal Hasil reksadana sudah bebas pajak, karena pajak terkait reksadana sudah dibayarkan oleh reksadana.

  • Terjangkau, nominal untuk pembelian reksadana tidak besar

Namun setiap jenis reksadana mempunyai potensi keuntungan yang berbeda. Semakin tinggi resikonya, semakin tinggi pula potensi keuntungannya. Dari beberapa jenis, reksadana yang cukup agresif dan menghasilkan potensi keuntungan tertinggi adalah reksadana saham.

Reksadana Saham

Ilustrasi Investasi. (Shutterstock)
Ilustrasi Investasi. (Shutterstock)

Reksadana saham adalah reksadana yang menempatkan investasi ke pembelian saham – saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasil keuntungan diperoleh dari kenaikkan harga saham yang dibeli di bursa. Alokasi portofolio minimal 80% pada instrumen investasi saham.

Reksadana ini cocok untuk Anda yang mencari produk investasi yang memberikan potensi imbal hasil tertinggi dibanding jenis reksadana lain. Selain itu, cocok untuk investasi jangka panjang dengan waktu 5 tahun atau lebih.

Aktivitas perekonomian nasional dan dunia yang berlangsung pulih memberikan peluang besar bagi reksadana saham untuk menorehkan keuntungan. Berdasarkan catatan historis, Indeks Harga Saham Gabungan bisa menorehkan kinerja yang baik pada fase pemulihan kondisi ekonomi. IHSG yang menjadi cerminan pasar saham Indonesia, naik 12,32 persen dalam sebulan terakhir hingga 26 November 2020.

Reksadana Pendapatan Tetap

Di samping reksadana saham, ada jenis reksadana dengan keuntungan dan resiko menengah yang juga menarik dilirik yakni reksadana pendapatan tetap atau obligasi. Ini jenis reksadana yang isinya obligasi pemerintah dan korporasi tergantung tema-tema yang dipakai di reksadana tersebut.

Dengan sejumlah dana yang sangat terjangkau, sejatinya Anda sudah berinvestasi ke berbagai instrumen obligasi pemerintah maupun perusahaan dengan konsep mendiversifikasikan risiko. Tingkat potensi imbal hasil jenis reksadana pendapatan tetap sendiri biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat imbal hasil deposito deposito dan cocok untuk investasi jangka pendek sampai menengah dengan waktu antara 1 – 3 tahun.

Meski tidak setinggi tahun lalu, potensi hasil dan peluang di pasar obligasi masih menarik bagi investor yang ingin mengurangi risiko atau volatilitas. Selain itu, peluang investasi obligasi yang didukung oleh rendahnya suku bunga global dan domestik, stabilitas nilai tukar Rupiah, dan kondisi kepemilikan investor asing yang sudah sangat rendah.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksadana, selanjutnya Anda perlu mengenali profil risiko. Mengapa? Karena profil risiko ini akan sangat menentukan produk investasi yang paling sesuai untuk kita pilih, berdasarkan tingkat imbal hasil (return) yang diharapkan dengan seberapa besar toleransi tingkat risiko yang dapat kita tanggung.

Memilih Manajer Investasi

Ilustrasi Manajer Investasi. (Shutterstock)
Ilustrasi Manajer Investasi. (Shutterstock)

Di dalam investasi reksadana, ada satu pihak yang memiliki peran yang cukup penting dalam mengelola dana investasi, yaitu Manajer Investasi (MI). Untuk memilih Manajer Investasi yang tepercaya dan memiliki track record baik, investor perlu mempertimbangkan dua hal, yaitu profil perusahaan Manajer Investasi dan tim pengelola Investasi dari reksadana tersebut, dan kinerja historis dari produk reksadana. Investor bisa mendapatkan informasi mengenai latar belakang perusahaan Manajer Investasi dari prospektus reksadana. Sementara untuk kinerja historis, investor bisa mendapatkan informasi dari fund fact sheet yang dikeluarkan secara bulanan oleh Manajer Investasi.

Pilihlah MI yang sudah mempunyai pengalaman dalam mengelola beberapa Reksadana. Periksa apakah MI tersebut pernah memiliki masalah di pasar modal dan sudah berapa besar dana yang dikelola. Anda dapat cek track record MI tersebut melalui google dan media sosial. Apakah MI reksadana yang Anda pilih memiliki isu-isu negatif atau kasus yang membelitnya? Anda perlu melakukan hal ini agar terhindari dari MI bodong atau MI yang berkinerja buruk.

Salah satu Manajer Investasi yang bisa menjadi pilihan adalah Ashmore atau PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. Sebagai MI terkemuka di Indonesia, Ashmore mengalami pertumbuhan yang pesat, didukung oleh tim pengelolaan investasi yang profesional dan memiliki produk-produk reksadana yang memiliki rekam jejak yang baik.

Ashmore berkomitmen untuk terus memberikan menawarkan strategi investasi yang terpercaya terutama di tengah kondisi pasar yang menantang namun tetap menghadirkan peluang investasi.

Produk Reksa Dana unggulan dari Ashmore

Untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap solusi investasi yang menguntungkan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau Bank Danamon memasarkan produk Reksadana unggulan yang dikelola oleh PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk atau Ashmore yakni Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) dan Ashmore Dana Obligasi Nusantara (ADON).

ADPN merupakan reksadana berbasis saham yang unik karena minimum 50% penempatan ekuitas fokus pada saham-saham kapitalisasi kecil dan menengah yang memiliki valuasi menarik dan pertumbuhan fundamental jangka panjang yang atraktif. serta di kelola secara aktif oleh tim investasi yang berpengalaman di bidangnya

Sementara itu ADON merupakan reksadana pendapatan tetap dengan durasi aktif sehingga dapat merespon kondisi pasar yang dinamis. Investasi reksadana ini cocok untuk investor dengan profil risiko moderat. Tujuan dari reksadana ini memberikan imbal hasil yang relatif lebih tinggi daripada deposito dan stabil sehingga cocok untuk tujuan investasi jangka menengah.

Keduanya merupakan produk unggulan Ashmore yang diluncurkan sejak 2013 dan telah memberikan kinerja yang baik. ADPN secara khusus memberikan kinerja lebih baik dibandingkan dengan indeks acuannya sebanyak 15.2% sejak peluncuran sampai 17 November 2020.

Memahami kebutuhan nasabah untuk mengembangkan dan mengelola kekayaan (wealth management), Danamon senantiasa berusaha untuk menjadi one stop financial solution untuk nasabah sesuai dengan segmentasi dengan menyediakan produk-produk pilihan terbaik untuk bisa melengkapi ragam pilihan solusi yang bisa ditawarkan kepada Nasabah. Reksadana merupakan salah satu solusi produk yang bisa memenuhi kebutuhan ini.

"Kerja sama ini kami jalin guna menghadirkan produk dan layanan yang lebih berkualitas bagi nasabah kami. Dengan produk reksadana ini, kami harap nasabah dapat mengelola keuangan mereka secara lebih baik," ujar Michellina Triwardhany, Wakil Direktur Utama Bank Danamon.

Upaya Bank Danamon ini, sejalan dengan tagline Bank Danamon yaitu ‘Saatnya Pegang Kendali,’ kerja sama ini sekaligus memperkuat keunggulan Bank Danamon dalam mendukung masyarakat Indonesia untuk memegang kendali keuangan mereka sehingga menjadi lebih sejahtera, terutama dalam masa yang menantang ini.

Sejalan dengan perkembangan industri reksadana nasional, bisnis Danamon Wealth Management, juga ikut bertumbuh dengan perkembangan yang cukup pesat dengan tingginya pertumbuhan dana kelolaan maupun jumlah Nasabah. Meskipun terjadi pandemi Covid-19, yang menjadi salah satu penyebab fluktuasi pasar, jumlah investor Bank Danamon dan secara industri mengalami kenaikan.

Sampai dengan bulan September 2020, unit Danamon Wealth Management mencatat pertumbuhan sebesar 61% pada dana yang dikelolanya (Asset Under Management/AUM) dibandingkan tahun sebelumnya. Tren pertumbuhan ini dikontribusikan atas meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk investasi seperti Obligasi dan Reksadana yang ditawarkan melalui unit Danamon Wealth Management.

(*)