Intip Pencapaian ISEI dalam 3 Tahun Terakhir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) segera menggelar Kongres XXI sebagai agenta tiga-tahunan organisasi. Sekretaris Umum ISEI, Solikin M. Juhro menuturkan beberapa poin capaian dalam tiga tahun terakhir.

Capaian-capaian tersebut, kata Solikin, sebagai upaya ISEI untuk tumbuh dan bertransformasi menjadi lebih inklusif.

“Udah banyak sekali capaian yang sudah dilakukan ISEI. Saya kasih contoh beberapa. Tujuannya agar naik kelas dan jadi lebih inklusif lagi,” katanya dalam Konferensi Pers Kongres XXI ISEI, Jumat (27/8/2021).

Pertama, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang baru diakui telah lebih terstruktur, terpadu, dan forward looking yang mengakomodir tantangan kedepan, penguatan peran ISEI baik di pusat dan daerah.

Kedua, Kartu Anggota Virtual, telah diluncurkan di awal 2021, tercatat 32 cabang yang telah aktif terdaftar dengan jumlah anggota sebanyak 1609 anggota.

Ketiga, Buku Kajian Kebijakan Publik, sebagai outlet publikasi baru ISEI untuk sumbangsih pemikiran ISEI kepada pemerintah. Keempat, Kajian Terapan potensi ekonomi daerah di tengah pandemi oleh ISEI cabang sebagai wujud kontribusi pemikiran ISEI dalam perspektif regional dan inklusif.

Kelima, Jurnal Ekonomi Indonesia (JEI), yang dulunya tidak aktif, saat ini terbit secara reguler (tiga isu per tahun).

“InsyaaAllah tahun ini akan terakreditasi SINTA,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerja Sama Antar Lembaga

Suasana pemukiman padat penduduk di kawasan Danau Sunter Barat, Jakarta, Kamis (17/9/2020). Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diprediksi memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana pemukiman padat penduduk di kawasan Danau Sunter Barat, Jakarta, Kamis (17/9/2020). Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diprediksi memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Keenam, melakukan kerja sama dengan lembaga prominent terus dilakukan, seperti ADB, IDB, IMF, WB, OECD, dan FAEA dalam bentuk kolaborasi kegiatan seminar atau workshop.

Ketujuh, membentuk Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (Lamemba) yang sudah berdiri dan sudah efektif beroperasi.

“ini akan menggantikan peran dalam mengakreditasi jurusan yang terkait ekonomi, manajemen, bisnis dan akuntansi, yang diinisisasi oleh ISEI,” katanya.

Informasi, Lamemba telah diinisiasi oleh organisasi-organisasi provesi sejak 2019 dan pada awal 2021 baru diresmikan, hingga kini telah efektif beroperasi menjalankan perannya.

Kedelapan, menggelar workshop pengembangan kompetensi.

Informasi, Kongres ke XXI ISEI ini akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai 31 Agustus sampai 1 September 2021.

Acara ini akan berlangsung juga dengan agenda pemilihan ketua umum ISEI, termasuk perumusan rekomendasi kebijakan, Call for paper, hingga webinar internasional.

Pada bagian Call For Paper, ISEI mengaku telah memiilih 20 dari 110 penelitian yang masuk dalam rangka lomba penelitian terkait kondisi ekonomi di Indoneisa.

Kemudian, anggota ISEI dari 47 cabang ISEI di hampir seluruh wilayah di Indonesia tersebut akan menghadri kongres tersebut. Ditaksir ribuan orang akan menghadiri Kongres ISEI ke XXI yang diadakan tiap tiga tahun sekali tersebut.

Selain itu, akan juga dilaksanakan seminar dengan mengangkat tema Peran ISEI dalam Penguatan Sinergi untuk Mengakselerasi Pemlihan Ekonomi Nasional di Era Digital.

Anggito menegaskan, pada gelaran ini ada tiga kata kunci utama, yakni peran ISEI, pemulihan ekonomi, dan Era Digital.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel