Intip Pesawat C-130J Super Hercules yang Baru Dibeli TNI AU, Apa Saja Kehebatannya?

Merdeka.com - Merdeka.com - TNI Angkatan Udara kini makin melengkapi armada pesawat pengangkut Hercules setelah membeli pesawat Hercules tipe C-130 J dari perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat Lockheed Martin.

Dalam kunjungannya ke pabrik Lockheed Martin September lalu, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan mengatakan Hercules seri terbaru akan meningkatkan kemampuan TNI AU secara signifikan.

"Dengan adanya pesawat tipe C-130 J, saya percaya TNI AU akan mampu meningkatkan kemampuan, terutama dalam operasi angkutan udara secara signifikan," ujar Kasau kala itu dalam keterangan yang diterima merdeka.com.

Dalam pameran Indo Defence 2002 yang digelar di Kemayoran, Jakarta, sejak kemarin, Direktur Mobilitas Udara Internasional dan Misi Maritim Lockheed Martin, Richard C Johnston mengatakan pesawat Hercules seri C-130J sendiri adalah pesawat yang digemari oleh berbagai negara.

"Bahkan 22 negara, termasuk Indonesia dan 26 operator pesawat telah mengoperasikan pesawat ini," kata dia.

Pesawat itu pun sering digunakan untuk mengangkut pasukan militer hingga kebutuhan-kebutuhan militer.

Keistimewaan

Berbeda dengan adiknya yaitu C-130 Hercules, pesawat ‘Super Hercules’ ini memiliki berbagai kelebihan, salah satu kelebihannya adalah dapat mengangkut muatan sebesar 21.183 kilogram atau setara dengan empat gajah dewasa.

Dengan panjang badan selebar 34.37 meter, rentang sayap sepanjang 40.41 meter, dan tinggi hanya 11.84 meter, maka C-130J dapat mengangkut beban seberat itu. Apalagi dibantu dengan empat mesin Rolls-Royce AE 2100D3, semua pengangkutan militer pun dapat dibabat habis oleh pesawat itu.

Empat mesin Rolls-Royce itu bahkan dapat mengangkat pesawat lepas landas dengan beban penuh sebesar 74.389 kilogram.

Bahkan jika C-130J mengangkut beban sebesar 18.143 kilogram, pesawat itu dapat menjelajah dengan kecepatan 675 kilometer per jam dengan jarak sejauh 4.000 kilometer.

intip pesawat c-130j super hercules yang baru dibeli tni au, apa saja kehebatannya?
intip pesawat c-130j super hercules yang baru dibeli tni au, apa saja kehebatannya?

Kelebihan lain yang dimiliki Super Hercules adalah dapat mendarat dengan jarak kurang dari satu kilometer, yaitu hanya 914 meter. Pesawat jumbo buatan Boeing bernama 747-400 yang memerlukan 1.500 meter landasan mendarat pun kalah dengan C-130J.

Pesawat ini juga dapat melakukan pengisian bahan bakar di udara sehingga bisa disebut dapat terbang selamanya karena kemampuannya untuk melakukan pengisian bahan bakar saat terbang. Bahkan pesawat Super Hercules itu juga dapat mengisi bahan bakar pesawat lain saat mengudara.

Kemampuan Pertahanan

Alat-alat untuk melindungi dari serangan musuh juga dimiliki pesawat ini. Mulai dari flare (suar) untuk mengecoh rudal hingga persenjataan, maka pasukan dan kargo-kargo militer yang berada di dalam pesawat dapat terjamin keamanannya.

Meski kerap digunakan sebagai pesawat militer, tetapi C-130J dapat juga digunakan untuk keperluan sipil. Pesawat ini juga sering digunakan untuk mengirim bantuan kemanusiaan, pengiriman alat-alat medis dari udara, operasi pencarian dan penyelamatan, mengangkat barang-barang komersial, pemadaman kebakaran dari udara, hingga observasi cuaca.

Beroperasi di Eropa sampai Oseania

Di Benua Eropa sendiri, negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) seperti Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia dan Inggris mengoperasikan pesawat C-130J dan variannya untuk keperluan militer.

Sedangkan di Benua Amerika, negara-negara seperti Kanada dan Amerika Serikat juga sudah menggunakan pesawat itu untuk keperluan militer mereka. Di Benua Afrika sendiri hanya ada satu negara yang mengoperasikan pesawat itu, yaitu Tunisia.

Di wilayah Oseania, negara-negara seperti Australia dan Selandia baru juga sudah mengoperasikan pesawat itu.

Di Benua Asia, negara-negara seperti Bahrain, Bangladesh, India, Irak, Israel, Korea Selatan, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi sudah mengoperasikan pesawat itu untuk keperluan pertahanan mereka.

Indonesia sendiri hingga kini belum mengoperasikan pesawat C-130J Super Hercules itu karena pesawat itu masih dalam proses pengiriman.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]