Intip Pesona Air Terjun 'Sutra', Surga Wisata di Manggarai NTT

·Bacaan 3 menit

VIVA – Di balik tanahnya yang subur dan sumber air berlimpah membuat Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dianugerahi pesona alam yang ciamik.

Selain populer karena Wae Rebo, kampung kuno ini juga terkenal dengan rumah kerucut di tengah rimba atau Lodok Sawah berbentuk sarang laba-laba serta Liang Bua, Gua “Hobit” yang menghebohkan dunia arkeologi, bumi Nuca Lale ternyata banyak menyimpan keping-keping surga.

Tak cuma sebagai destinasi ikon, deretan spot air terjun juga laku keras dalam paket wisata Flores. Sebut saja air terjun Cunca Tara di Kecamatan Lelak, Cunca Lega di Rahong Utara, serta yang terbaru dan lagi hits di paket wisata Flores Overland yakni cunca Cunca Siwa. Cunca berarti air terjun.

Air terjun Cunca Siwa bersemayam manis di bawah lembah curam (tengku) bersembunyi dibalik pepohonan rindang hutan Sambor Desa Nggalak Kecamatan Reok Barat. Lokasinya masih perawan, asri dan sejuk.

Cunca Siwa berbeda dengan air terjun kebanyakan. Air yang jatuh tampak seperti sutra halus terurai panjang membalut dinding tebing berlumut hijau. Air terjun yang hits sejak tahun 2017 ini setelah diukur memiliki ketinggian 80,3 meter. Adapun mata air Cunca Siwa atau Cunca Siwa berada 4 km dari air terjun.

Deru lembut air terjun terdengar seperti turunnya hujan deras bergemericik mengguyur permukan kolam berwarna hijau toska di bawahnya. Benang-benang air yang menjulur memancarkan eksotisme empat dimensi.

Begitu pun ketika berenang di dalam kolam berukuran 5x10 meter serta dalam hingga 5 meter ini seperti meneguk sensasi bermanfaat relaksasi. Aktifitas lain yang bikin suasana makin afdol adalah memanggang pada perapian di atas bebatuan lebar.

Kekuatan Cunca Siwa terbingkai pada kesan yang seragam, magnificent, ada suara burung endemik “Lawe Lenggong” seperti sedang menyapa pengunjung dari balik pohon-pohon besar ditambah deru air yang mendesis tiada henti bikin hati tertambat dan enggan pamit pulang.

Dengan kamera gawai saja, gambar-gambar di Cunca Siwa tetap istimewa. Aura fotogenik dan instamable membuat jiwa bersemangat untuk foto-foto di bawah air terjun Cunca Siwa.

Sebuah legenda
Kepala Desa Nggalak, Konradus Dain yang mendampingi ViVa ke Cunca Siwa, Sabtu 15 Mei 2021 menuturkan bahwa Siwa adalah nama nenek moyang orang Sambor kelahiran kampung Alo (sekarang Temek Limbo).

Di kampung Alo bersebelahan dengan kampung Sambor Siwa dan keluarganya hidup harmonis. Namun setelahnya keharmonisan itu berubah menjadi petaka.

“Mereka (saudara-saudara Siwa) terbakar iri dan dengki karena hanya Siwa yang memiliki teman dan kekasih sedangkan sauda-saudaranya yang lain dijauhi orang-orang karena wujud mereka menyerupai hewan-hewan yang hidup di sekitar kampung Alo tempat Siwa dilahirkan,” ujar Kondradus ketika mengisahkan legenda Siwa kepada VIVA.

Drama menghabisi Siwa pun dimulai. Suatu hari saudara-saudaranya mengajak Siwa pergi ke tepi jurang untuk memetik buah pinang untuk diberikan kepada ibu Siwa yang doyan mengunyah sirih pinang.

Namun sebelum Siwa ke tempat yang dituju, ternyata pohon pinang yang akan dipanjati Siwa sudah dipotong setengahnya oleh saudaranya yang lain.

“Tanpa ada curiga Siwa akhirnya memanjat saja pohon pinang itu. Ketika Siwa sudah berada di atas mereka kemudian mendorong pohon tersebut. Siwa dan pohon pinang itu pun jatuh ke dalam jurang yang sekarang menjadi air terjun,” kisahnya.

“Sepintas kita melihat tebing Cunca Siwa sedang menangis, mungkin ada kaitanya dengan kesedihan yang dialami nenek moyang kami Siwa yang mati di sini,” ucap Konradus menambahkan.

Jalur trekking yang terjal
Melakukan perjalanan ke Cunca Siwa memang gampang-gampang susah. Berjarak 40 km dari kota Reo perjalanannya memakan durasi 2 jam dengan sepeda motor. Separuh dari perjalanan hanyalah jalan rusak dan sekitar 2 km menuju destinasi Anda menyuri jalan tanah.

Jalur trekking alami yang menyusuri Hutan kecil yang memisahkan perkebunan padi ladang warga Sambor dengan air terjun tampak tidak dipenuhi jejak kaki petanda tempat ini jarang dikunjungi wisatawan.

Masuk ke air terjun menuruni medan terjal. Seterusnya Anda berpijak pada tanah lembap dan sedikit bebatuan. Ada beberapa kali juga Anda bakal meraih akar pohon besar sebagai penyeimbang. Dapat dibayangkan betapa sulit perjalanan baliknya mendaki jalur trekking dengan sudut kemiringan hampir 90 derajat selama 20 menit.

Namun rasa lelah dan perjalanan yang setengah mati langsung terbayar lunas begitu kaki Anda benar-benar menjejal tepi air terjun.

Catatlah Cunca Siwa dalam rencana wisata Anda. Nanti akan tersadar sendiri, bahwa jangan mengaku pernah ke Flores kalau belum mengunjungi air terjun Cunca Siwa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel