Intip Strategi Wijaya Karya di Tengah Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beragam strategi telah disiapkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang 2021. Salah satu yang menyita perhatian ialah pembentukan holding hotel BUMN.

"Tahun ini WIKA Realty akan menjadi hotel BUMN. Saat ini sudah ada 22 hotel. Diharapkan Mei bisa launching holding hotel WIKA Realty," kata Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito secara virtual, Rabu (14/4/2021).

Tak hanya itu, perusahaan pelat merah ini juga akan melakukan distribusi secara besar besaran motor listrik Gesits kepada masyarakat Tanah Air.

"Kemudian kita juga akan secara besar besaran mendistribusikan motor Gesits. Pertengahan tahun ini akan kita pasarkan besar besaran motor listrik ini," ujar dia.

Selanjutnya, Wika juga akan membangun Big Plant Asphalt Bitumen dan divestasi prima terminal petikemas. "Kita ketahui aspal Indonesia masih impor, dengan kebutuhan 1,4 juta ton per tahun sekitar 80 persen -90 persen masih impor. melihat hal ini kami berencana membangun dengan kapasitas 300.000 ton untuk memangkas impor," tutur Agung.

WIKA juga mengaku akan investasi SPAM Jatiluhur dan peningkatan kapasitas WIKON 100.000 ton per tahun. "Tentunya kita juga akan meningkatkan anak perusahaan WIKON, yakni baja dari sebelumnya 75 ribu ton menjadi 100 ribu ton per tahun," ujar dia.

Strategi terakhir yang akan di jalankan Wijaya Karyasepanjang 2021 yakni penerbitan obligasi PUB tahap 2 sebesar Rp3 triliun.

Wika Realty Bakal IPO pada 2023

Wika Realty dengan Medialand Group memperkenalkan proyek Tamansari Skyhive Apartment.
Wika Realty dengan Medialand Group memperkenalkan proyek Tamansari Skyhive Apartment.

Sebelumnya, PT Wika Realty selaku anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) akan menawarkan saham publik perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2023. Langkah ini setelah proses penataan holding perhotelan BUMN selesai.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk, Agung Budi Waskito mengungkapkan, keputusan untuk lebih dahulu memprioritaskan pembentukan holding ketimbang IPO ini lantaran kinerja sektor pariwisata dan hotel dinilai masih cukup tertekan sebagai dampak pandemi COVID-19. Alhasil, dalam kurun dua tahun ini dinilai bukan momentum yang tepat untuk melakukan IPO.

"Sehingga pada tahun 2021 sampai 2022 kita lakukan lebih renovasi beberapa hotel," ucap dia dalam webinar bertajuk Mengukur Infrastruktur, Rabu, 14 April 2021.

Renovasi meliputi peningkatan standar prasarana dan sarana dari hotel level bintang 3 menjadi bintang 4. "Ada juga dari hotel (bintang) 3 yang akan kita jadikan bintang 5," imbuh dia.

Dengan renovasi itu, Agung berharap akan memantapkan persaingan hotel milik Wika Realty di bisnis penginapan tanah air. Menyusul ada perbaikan prasarana dan sarana yang untuk menarik konsumen.

"Sehingga di 2022 hotel holding sudah menjadi pendapatan baik untuk Wika Realty. Jadi, kita akan merencanakan IPO di 2023 awal kira-kira," tegas dia menekankan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini