Intip teknologi All New Ertiga Hybrid, LMPV pertama bermesin MHEV

All New Ertiga Hybrid yang dikenalkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada pekan lalu menjadi mobil keluarga di kelas Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) pertama yang mengusung teknologi Mild Hybrid Electric Vehicles (MHEV).

All New Ertiga Hybrid juga mempertahankan citranya sebagai mobil keluarga, yakni berkapasitas tujuh penumpang dengan ruang kabin lapang dan efisien bahan bakar. Mobil itu tetap diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang yang tak hanya menangani pasar domestik, namun juga ekspor.

"All New Ertiga Hybrid yang menawarkan manfaat mobil elektrifikasi dan efisiensi bahan bakar tapi dengan harga yang sangat kompetitif. Selain itu, All New Hybrid juga akan diekspor ke berbagai negara tujuan di seluruh dunia," kata President Director Suzuki Indonesia, Shingo Sezaki dalam siaran pers dikutip Selasa.

Baca juga: Belasan tahun tanpa perubahan, Suzuki Carry akan disegarkan

Baca juga: Suzuki manfaatkan bangkai baterai lithium-ion menjadi lampu jalan

All New Ertiga Hybrid (ANTARA/HO)
All New Ertiga Hybrid (ANTARA/HO)

Adapun teknologi yang digunakan pada All New Ertiga Hybrid adalah Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-ion battery.

Suzuki Indonesia menilai, teknologi itu dapat menjadi solusi yang membantu masyarakat menghemat konsumsi bahan bakar. Smart Hybrid juga bermanfaat dalam menghemat konsumsi bahan bakar di daerah yang identik dengan kemacetan.

Teknologi Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-ion battery diposisikan sebagai pendamping mesin pembakaran. ISG memungkinkan proses menghidupkan mesin menjadi lebih cepat dan halus, serta meringankan kerja mesin saat mobil berakselerasi sehingga lebih hemat bahan bakar.

FA_Ertiga_Hybrid_Brochure_220602A. Teknologi yang digunakan pada All New Ertiga Hybrid, Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-ion battery. (ANTARA/HO)
FA_Ertiga_Hybrid_Brochure_220602A. Teknologi yang digunakan pada All New Ertiga Hybrid, Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-ion battery. (ANTARA/HO)

Teknologi Smart Hybrid juga memungkinkan terjadinya pengisian daya listrik pada baterai Lithium-ion secara otomatis melalui regenerative deceleration, atau energi akan disimpan kembali ke baterai saat mobil melakukan perlambatan kecepatan.

Gabungan teknologi itu dinilai dapat memudahkan konsumen dalam mengisi ulang daya karena tidak perlu pergi ke stasiun pengisian kendaraan listrik.

Melalui teknologi itu, konsumen juga bisa mendapatkan fitur Auto Start-Stop yang bekerja di kondisi kemacetan, yakni mematikan mesin saat mobil berhenti sehingga menghemat bahan bakar.

Pada saat berakselerasi, fitur acceleration assist berperan menambah daya li-ion battery ke motor, sehingga membantu kerja mesin bakar yang akhirnya mampu mengurangi konsumsi bahan bakar.

Untuk mesin, Suzuki memasangkan Smart Hybrid (K15B + ISG + Lithium-ion) pada dapur pacu All New Ertiga, berkapasitas 1.500cc, empat silinder dengan daya maksimal 104,7PS/6.000 Rpm serta opsi transmisi manual dan automatic.

Suzuki All New Ertiga Smart Hybrid juga diberikan beberapa fitur keamanan berkendara antara lain Cruise Control, Gear Shift Indicator, Guide Me Light, Electronic Stability Programme (GX), Hill Hold Control (GX-AT), Platform HEARTECT, Dual SRS Airbags, ABS + EBD dan ISOFIX.

Meski mendapatkan pembaruan teknologi elektrifikasi, Suzuki Indonesia bahkan berani menjual All New Ertiga Hybrid dengan harga kompetitif yakni mulai Rp270,3 juta untuk varian bawah dan Rp292,3 juta untuk tipe tertinggi, berstatus on the road Jakarta.

Baca juga: All New Ertiga Hybrid produksi Indonesia dijual mulai Rp270 juta

Baca juga: Teknologi Suzuki Smart Hybrid gunakan dua komponen baru

Baca juga: Ekspor Suzuki XL7 meningkat 30 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel