Intonasi adalah Tinggi Rendah Suatu Nada, Pahami Jenis, Fungsi dan Tekniknya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Intonasi adalah salah satu hal mendasar bagi seseorang yang memiliki profesi menjadi penyanyi, pembaca berita, pembicara, dan masih banyak lagi. Hal ini berguna untuk memberikan penekanaan pada sebuah kata agar menghasilkan nada yang dapat tersampaikan kepada si penerima pesan.

Dengan begitu, intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat yang memberikan penekanan dalam kata-kata tertentu di suatu kalimat. Intonasi merupakan gabungan beberapa faktor yang berpengaruh pada pengucapan suatu kalimat, yaitu tekanan nada, jeda, dan tempo. Intonasi kalimat ini terdiri atas tinggi dan rendahnya lagu dan lemah atau kerasnya intonasi.

Intonasi adalah lagu kalimat yang akan mempengaruhi proses berkomunikasi dengan orang lain. Intonasi yang kurang sesuai akan menyebabkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Hal ini karena pola intonasi suatu kalimat disesuaikan dengan maksud atau tujuan penyampaian kalimat tersebut oleh si penyampai kalimat.

Dalam bahasa Indonesia, tanda baca yang diberikan di akhir kalimat akan menjadi pembeda antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Misalkan tanda titik (.) diberikan sebagai penanda pada kalimat berita atau deklaratif, tanda seru (!) diberikan sebagai penanda pada kalimat perintah atau kalimat imperatif, dan tanda tanya (?) diberikan sebagai penanda pada kalimat tanya atau interogatif.

Arti intonasi adalah memiliki pengertian yang berbeda jika sekiranya digunakan dalam bahasa dan jika seandainya dipakai pada seni vokal. Banyak suku kata yang mempunyai teknik pengucapan tersendiri, berbeda dengan pengucapan kata-kata lain dikarenakan berbeda tekanan atau jumlah suku kata. Dalam seni vokal ada komponen-komponen tertentu yang mempunyai kekuatan sehingga dapat menciptakan suara yang khas, lembut, tinggi maupun rendah pada intonasi.

Untuk itu, intonasi ini sangat penting bagi seni vokal, pembaca berita maupun pembicara agar dapat menyelaraskan intonasi suara dengan pesan yang hendak kita sampaikan supaya audiens juga tidak sampai bosan ataupun salah pengertian. Agar lebih memahami tentang intonasi, berikut ini telah dirangkum beberapa jenis, fungsi dan teknik latihan intonasi tersebut oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (18/3/2021).

Jenis-jenis Intonasi

lustrasi Intonasi Credit: pexels.com/Neo
lustrasi Intonasi Credit: pexels.com/Neo

Setelah menelaah tentang intonasi adalah lagu kalimat yang berkaitan dengan cara pelafalan kalimat. Kali ini saatnya mempelajari 3 jenis intonasi, berikut penjelasannya.

1. Tekanan Dinamik

Tekanan keras yanga diletakkan atas sebuah suku kata dan berfungsi untuk membedakan arti dari suku kata tertentu, dan jika tekanan keras ini dipindahkan tempatnya akan berpengaruh pada timbulnya perubahan pengertian.

2. Tekanan Nada

Wujud bentuk pada tekanan nada ini mempunyai peranan untuk membedakan arti suatu kata. Artinya adalah membaca atau mengucapkan kalimat dengan suara yang naik, turun, dan berubah-ubah. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tentang tinggi rendahnya suatu kata.

3. Tekanan Tempo

Tekanan tempo adalah membuat lambat atau membuat cepat pengucapan. Tekanan ini sering dipergunakan untuk lebih mempertegaskan apa yang kita maksudkan. Untuk cara latihannya cobalah membaca naskah dengan tempo yang berbeda-beda. Hal itu akan melatih tempo yang Anda inginkan.

Fungsi Intonasi dalam sehari-hari

Ilustrasi Intonasi Credit: pexels.com/Woman
Ilustrasi Intonasi Credit: pexels.com/Woman

Meskipun terdengar sepele, tetapi intonasi sangat penting bagi kehidupan sehari-hari maupun orang yang berprofesi sebagai pembaca berita, penyanyi, dan juga pembicara. Setelah mengetahui intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada, kali ini akan membahas tentang apa fungsi dari intonasi itu sendiri. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membentuk makna

Fungsi intonasi dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah untuk membentuk makna dalam kalimat. Hal ini dapat memberikan kesan atau makna tertentu dari informasi yang disampaikan.

2. Mementingkan suatu bagian dalam kalimat

Fungsi selanjutnya adalah untuk mementingkan suatu bagian dalam kalimat, biasanya hal ini ditandai dengan adanya penekanan pada kata tertentu. Penekanan ini memengaruhi pengertian dan makna dalam sebuah kalimat.

3. Menimbulkan kesan tertentu

Fungsi intonasi yang ketiga adalah untuk menimbulkan kesan tertentu seperti sedih, gembira, dan lain sebagainya.

4. Menarik Perhatian

Fungsi yang terakhir adalah untuk menarik perhatian penerima pesan. Dengan adanya variasi nada dalam penekanan suatu kata tersebut membuat penerima pesan akan senang untuk mendengarkannya.

Teknik-teknik Latihan Intonasi

Ilustrasi Intonasi Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Intonasi Credit: pexels.com/cottonbro

Untuk mendapatkan hasil yang bagus dalam menjalankan latihan intonasi seharusnya dilihat dari hal-hal sebagai berikut:

1. Tahap pertama

Seharusnya dilaksanakan dengan tempo yang lambat dan meningkat ke tempo yang lebih cepat.

2. Tahap kedua

Seharusnya dijalankan dengan tempo yang bervariasi.

3. Tahap ketiga

Interval yang dipergunakan dalam menjalankan latihan sebaiknya diawali dari interval dekat dan meningkat ke interval jauh.

4. Tahap keempat

Setelah melakukan latihan dengan nada-nada natural dan dapat berjalan dengan baik, barulah latihan ditingkatkan dengan menggunakan nada kromatis.

5. Tahap kelima

Jumlah nada yang digunakan harus dimulai dengan nada-nada yang lainnya, semakin lama maka akan semakin kecil serta jumlahnya akan meningkat.

6. Tahap keenam

Mencoba lagu-lagu yang sesuai dengan tahap-tahap latihan yang sedang dilakukan saat itu.