Introspeksi diri ke Kilimanjaro, Muguruza petik hasilnya di Australia

Endang Sukarelawati

Juara dua kali turnamen Grand Slam Garbine Muguruza sukses melaju ke putaran ketiga Australia Terbuka pada Kamis, setelah sebelumnya melakukan persiapan yang tidak lazim dengan mendaki Gunung Kilimanjaro demi menjernihkan pikirannya dari dunia tenis.

Mantan petenis nomor satu dunia asal Spanyol itu mengalahkan harapan tuan rumah Ajla Tomljanovic dengan skor 6-3, 3-6, 6-3 dan di putaran selanjutnya akan menghadapi unggulan kelima Elina Svitolina asal Ukraina atau petenis Amerika Lauren Davis.

Muguruza yang kini berusia 26 tahun itu menjuarai Prancis Terbuka pada 2016 dan Wimbledon pada tahun berikutnya, tetapi kariernya mentok dan kini ia berada di peringkat 32 dunia.

Baca juga: Muguruza pertahankan gelar Monterrey setelah Azarenka cedera

Dia tersisih pada babak pertama di dua Grand Slam terakhir, di Wimbledon dan AS Terbuka, kemudian memutuskan untuk mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda untuk persiapan diri menghadapi musim 2020.

"Anda mendaki gunung itu dan hanya anda saja. Anda tidak mendapat penghargaan, hadiah, foto apapun, tidak ada apa-apa di sana," kata Muguruza tentang beberapa hari pendakiannya di gunung tertinggi Afrika itu pada November silam.

"Sangat menantang secara fisik dan mental untuk berada di sana dan saya hanya mencari sesuatu yang menyenangkan, pengalaman yang berbeda di luar tenis."

Baca juga: Medvedev ke putaran ketiga Australia Open usai taklukkan Martinez
Baca juga: Gauff kembali tantang Naomi Osaka

Bagi seseorang yang tidak menyukai cuaca dingin, Muguruza mengakui dia sesekali sempat ragu dalam perjalanannya itu.

"Saya banyak berjuang di sana dengan tim saya dan mendaki berada di bawah nol (derajat) pada malam hari," katanya.

"Pada titik tertentu Anda seperti, 'Oke, apa yang saya lakukan di sini?'"

Saat ini merupakan masa-masa awal kembalinya Muguruza yang permainannya mulai meningkat pada tahun 2020.

Pada turnamen pembukaan musim di Shenzhen, China, ia memenangkan pertandingan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Prancis Terbuka pada Mei-Juni, sebelum akhirnya kalah di semifinal.

Dia juga terpaksa mundur dari putaran perempat final Hobart karena terkena penyakit virus.