Investasi di Arab, PT PP dan BPKH Bakal Garap Rumah Indonesia di Mekah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perusahaan konstruksi pelat merah PT PP Tbk bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bakal melakukan investasi di Arab Saudi. Investasi yang dilakukan adalah pembangunan dan kepemilikan fasilitas akomodasi dan hotel di Arab Saudi untuk jemaah haji dan umrah Indonesia melalui Proyek Rumah Indonesia di Mekah.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama itu dilakukan oleh Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Hurriyah El Islamy dan Direktur Utama PTPP Novel Arsyad secara virtual pada Rabu, 4 Agustus 2021. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu hadir dalam acara tersebut.

Novel mengungkapkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memberangkatkan jemaah haji dan umrah terbanyak di tiap tahunnya. Dengan total 231.000 umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah Haji dan 1,2 juta orang yang menunaikan ibadah umrah di 2019.

Angka itu mendominasi setidaknya 10,7 persen dari total Jemaah haji sedunia. Dengan potensi terus naik tiap tahunnya, angka jemaah haji dan umrah asal Indonesia diprediksikan mencapai 5,24 juta orang di 2022.

"Tingginya angka jemaah ini tentu memiliki potensi kerja sama yang meyakinkan ke depannya. PT PP dan BPKH akan berkolaborasi dalam membawa Indonesia ke Tanah Suci," ujar Novel dikutip dari keterangannya, Kamis, 5 Agustus 2021.

Novel menjabarkan, kerja sama ini nantinya akan membuat jemaah merasakan keramahan ciri khas Indonesia di Mekah. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan selama jemaah beribadah sehingga kolaborasi ini pada akhirnya dapat menciptakan ekosistem baru.

Baca juga: Ekonomi RI Kuartal II-2021 Tumbuh 7,07 Persen, Ekonomi Membaik

"Kami berharap dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini merupakan langkah awal ini agar kerja sama ini dapat diwujudkan lebih matang lagi ke depannya yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS)," tambahnya.

Sementara itu, Hurriyah El Islamy menyampaikan, Sinergi antara BUMN ini diharapkan penyediaan fasilitas akomodasi dan perhotelan yang maksimal bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Mekah. Hal itu diwujudkan melalui Proyek Rumah Indonesia.

"Sesuai amanat UU Nomor 34/2014 tujuan pengelolaan keuangan haji ada 3. Yaitu meningkatkan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH, dan manfaat bagi kemaslahatan umat Islam, sehingga dengan investasi di proyek Rumah Indonesia diharapkan dapat mewujudkan ketiga tujuan pengelolaan keuangan haji tersebut," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel