Investasi EBT 2020 di Bawah Target, Begini Rencana ESDM Tahun Ini

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, melaporkan bahwa realisasi investasi di subsektor energi baru terbarukan (EBT) tahun 2020 hanya mencapai US$1,36 miliar, atau sekitar Rp19,1 triliun dengan asumsi kurs Rp14.078 per dolar Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkannya dalam konferensi pers yang membahas perihal laporan capaian kerja Ditjen EBTKE Kementerian ESDM tahun 2020 dan rencana kerja mereka di tahun 2021 ini.

"Capaian ini memang jauh lebih kecil dari target investasi tahun 2020, yang mencapai sebesar US$2,02 miliar," kata Dadan dalam telekonferensi, Kamis 14 Januari 2021.

Kemudian, capaian lainnya dalam investasi di bidang bioenergi pada 2020, tercatat hanya mencapai US$108 juta dari target yang dicanangkan sebelumnya yang mencapai sebesar US$420 juta.

Sementara untuk perolehan investasi bidang aneka EBTKE, Dadan memastikan bahwa capaian investasi di segmen tersebut telah tercapai sesuai target yakni sebesar US$540 juta.

Namun, untuk capaian investasi di sektor energi panas bumi, Ditjen EBTKE mengakui bahwa capaiannya hanya mampu berada di sekitar angka US$702 juta, dari target yang ditetapkan sebesar US$1.050 juta.

"Tapi sebenarnya ini masih ada lagi sejumlah proyek pembangkit bioenergi, dan sedikit ekspansi atau peningkatan kualitas pada produksi bahan bakar," ujar Dadan.

Sementara untuk 2021 ini, Dadan memastikan bahwa Ditjen EBTKE Kementerian ESDM telah mencanangkan perolehan target investasi yang tak jauh berbeda dengan 2020 lalu, yakni sebesar US$2,05 miliar.

Dia bahkan merinci bahwa target investasi di ranah EBTKE 2021 itu akan dialokasikan sebesar US$10 juta di bidang konservasi energi, US$1.245 juta untuk segmen aneka EBT, US$68 juta untuk bidang bioenergi, dan US$730 juta untuk segmen energi panas bumi.

"Meskipun dalam hal pencapaian target investasi tahunan menunjukkan bahwa tahun 2017 merupakan tahun yang paling baik, tapi secara umum terdapat tren peningkatan (investasi EBTKE) dari 2016, 2018, dan 2019. Maka pada 2021 ini kita telah mencanangkan target yang lebih tinggi," ujarnya.