Investasi ke Indonesia Diproyeksi Tumbuh Signifikan 2013

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Investasi yang masuk ke Indonesia baik asing maupun domestik diproyeksi tumbuh signifikan tahun depan, dengan target realisasi investasi sebesar Rp390 triliun atau tumbuh sekitar 37 persen dibandingkan target tahun ini sebesar Rp283,5 triliun.

Deputi Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga pada keterangan pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Minggu, mengatakan banyak faktor yang mendukung iklim investasi di Indonesia, selain pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satunya, kata dia, pemulihan ekonomi yang lambat di negara-negara maju menyebabkan para investor di negara tersebut lebih berani untuk mendiversifikasi investasinya ke luar negeri termasuk ke Indonesia.

Di sisi lain, lanjut Himawan, negara-negara berkembang seperti Indonesia, memiliki fundamental fiskal dan moneter yang kuat, serta menyimpan daya tarik bagi investor asing akan prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Banyak hal yang perlu diketahui oleh investor tentang Indonesia termasuk peluang-peluangnya yang akan kami sampaikan pada Indonesia Investment Summit nanti. Kami yakin 2013 nanti investasi akan mencapai Rp390 triliun," ujarnya.

Himawan menjelaskan Indonesia Investment Summit akan diselenggarakan pada 6-7 November yang akan dihadiri beberapa pelaku bisnis dunia. Kegiatan itu akan BKPM untuk menyampaikan peluang investasi di berbagai sektor, diantaranya infrastruktur, manufaktur, pengolahan makanan, dan barang konsumsi.

"Kami akan sampaikan mengenai kemudahan perizinan di daerah bagi para investor yang akan berinvestasi," tegasnya.

Saat ini, lanjut dia, sektor infrastruktur menjadi prioritas untuk ditawarkan ke investor asing. Masalah pembebasan lahan yang dinilainya sudah bukan kendala lagi, serta. dukungan pemerintah daerah akan mendorong investasi di sektor infrastruktur.

Sektor lainnya yang menjadi primadona adalah produksi barang konsumsi. Seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dan pertambahan jumlah kelas menengah Indonesia, beberapa perusahaan global telah melakukan investasi di Indonesia.

"Perusahaan barang konsumsi seperti Loreal akan membangun pabrik terbesar di dunia senilai Rp1,27 triliun di kawasan

Jababeka," ujar Himawan.

Berdasarkan data BKPM, realisasi sampai September 2012 realisasi investasi naik 27 persen menjadi Rp229,9 triliun dibandingkan Januari-September tahun lalu yang mencapai Rp181 triliun.

Dari jumlah tersebut sebagian besar investasi berasal dari PMA dengan angka Rp164,2 triliun. Mereka banyak menanamkan investasi di bidang industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, pertambangan, transportasi, industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan, serta industri alat angkutan dan transportasi.

Sedangkan PMDN yang total realisasi investasi mencapai angka Rp65,7 triliun masuk ke sektor industri mineral non-logam (Rp9,1 triliun), pertambangan (Rp8,6 triliun), industri makanan (Rp7,7 triliun), serta usaha tanaman pangan dan perkebunan (Rp6,3 triliun), kemudian, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (Rp5,8 triliun). (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...