Investasi Obligasi, Askes Siapkan Rp 7,4 Triliun  

  • Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Tempo
    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan 8 slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dengan demikian, kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, maskapainya akan mengoperasikan 16 penerbangan dalam sehari. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    Merdeka.com
    Ini bahayanya jika Indonesia bergantung pada utang Singapura

    MERDEKA.COM. Koalisi Anti Utang (KAU) menyebut ketergantungan Indonesia pada utang asing khususnya pada Singapura berbahaya. Pasalnya, jika terjadi konflik, maka Singapura dapat menghancurkan Indonesia melalui aspek utang.Ketua KAU, Dani Setiawan, menuding Singapura sebetulnya hanya broker atau kepanjangan tangan investor dari negara Eropa. Maka dari itu, mereka memegang kendali supply utang."Dalam skenarionya seperti itu, di mana Singapura selama ini menjadi posisi tuan rumah lembaga investasi …

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asuransi milik pemerintah, PT Askes (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp 7,4 triliun untuk membeli obligasi sampai akhir tahun nanti.

"Kami akan targetkan porsi portofolio non fix income mencapai 30 persen. Perusahaan akan menempatkan portofolio investasi pada obligasi sebesar Rp 7,4 triliun," ujar Purnawarman Basundoro, Direktur Keuangan dan Investasi Askes dalam jumpa pers, Rabu, 16 Januari 2013.

Purnawarman menyatakan target hasil investasi konsolidasi tahun ini tumbuh sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari sebesar Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,37 triliun. Maka untuk mengejar target tersebut, PT Askes tahun ini akan menambah porsi investasi di portofolio non fix income. »Kami akan menambah porsi reksa dana menjadi 23 persen,” ujarnya.

Porsi portofolio investasi PT Askes di tahun ini mayoritas atau sebesar 70 persen penempatan di fixed income (pendapatan tetap) dan sisanya di non fixed income. Di tahun 2012, porsi fixed income 75 persen dan non fixed income hanya 25 persen. Dari 70 persen porsi investasi fixed income itu, PT Askes berencana menempatkan portofolio obligasi sebesar 58 persen dan deposito hanya 12 persen.

Kemudian, PT Askes akan menempatkan obligasi pada government bond (obligasi pemerintah) serta obligasi korporasi baik itu milik swasta ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN),salah satunya adalah PT Pegadaian. Purnawarman menilai investasi pada obligasi BUMN lebih aman dan merupakan investasi blue chips.

Sisanya, PT Askes akan membeli obligasi dari korporasi swasta yang berasal dari lembaga keuangan (LK) dan surat utang negara (SUN). "Biasanya untuk jenis obligasi korporat yang blue chips. Jika obligasinya over subscribed. Kami akan supply lebih misalnya hingga Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar," katanya.

Sedangkan untuk dana investasi konsolidasi, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 18,5 persen di tahun ini dibandingkan tahun lalu dari Rp 12,06 triliun menjadi Rp 14,3 triliun. »Untuk Askes sendiri menargetkan dana investasi di tahun ini sebesar Rp 12,7 triliun,” katanya.

Hingga akhir tahun 2012, perusahaan hanya membukukan laba bersih senilai Rp 1,35 triliun dari target tahun 2012 sebesar Rp 1,5 triliun. Untuk dana cadangan dan modal, Askes menargetkan pertumbuhan sebesar 17 persen di tahun ini menjadi Rp 11,4 triliun.

Dana cadangan dan modal perusahaan saat ini mencapai Rp 8,3 triliun belum termasuk laba berjalan yang ada. »Jika digabung dengan laba berjalan sekarang, dana cadangan dan modal perusahaan akan menjadi Rp 9.7 triliun,” ujarnya.

FIONA PUTRI HASYIM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...