Investasi Obligasi, Askes Siapkan Rp 7,4 Triliun  

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    Merdeka.com
    Alasan investor asing gandrungi capres Jokowi dan Prabowo

    MERDEKA.COM. Pemilihan umum legislatif telah berakhir. Fase selanjutnya ialah pemilihan presiden. Di fase kedua ini, dua partai politik dengan masing-masing capresnya dijagokan untuk juara yakni PDIP dengan Jokowi dan Gerindra dengan Prabowo.Dalam pileg lalu, berdasarkan hasil hitung cepat, dua partai ini menempati posisi empat besar peraup suara terbanyak bersanding bersama Golkar dan Demokrat. Namun, hanya PDIP dan Gerindra yang kini tengah menjadi sorotan di sektor bisnis karena figur …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura

    TEMPO.CO , Jakarta: Meski memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan asuransi milik pemerintah, PT Askes (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp 7,4 triliun untuk membeli obligasi sampai akhir tahun nanti.

"Kami akan targetkan porsi portofolio non fix income mencapai 30 persen. Perusahaan akan menempatkan portofolio investasi pada obligasi sebesar Rp 7,4 triliun," ujar Purnawarman Basundoro, Direktur Keuangan dan Investasi Askes dalam jumpa pers, Rabu, 16 Januari 2013.

Purnawarman menyatakan target hasil investasi konsolidasi tahun ini tumbuh sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dari sebesar Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,37 triliun. Maka untuk mengejar target tersebut, PT Askes tahun ini akan menambah porsi investasi di portofolio non fix income. »Kami akan menambah porsi reksa dana menjadi 23 persen,” ujarnya.

Porsi portofolio investasi PT Askes di tahun ini mayoritas atau sebesar 70 persen penempatan di fixed income (pendapatan tetap) dan sisanya di non fixed income. Di tahun 2012, porsi fixed income 75 persen dan non fixed income hanya 25 persen. Dari 70 persen porsi investasi fixed income itu, PT Askes berencana menempatkan portofolio obligasi sebesar 58 persen dan deposito hanya 12 persen.

Kemudian, PT Askes akan menempatkan obligasi pada government bond (obligasi pemerintah) serta obligasi korporasi baik itu milik swasta ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN),salah satunya adalah PT Pegadaian. Purnawarman menilai investasi pada obligasi BUMN lebih aman dan merupakan investasi blue chips.

Sisanya, PT Askes akan membeli obligasi dari korporasi swasta yang berasal dari lembaga keuangan (LK) dan surat utang negara (SUN). "Biasanya untuk jenis obligasi korporat yang blue chips. Jika obligasinya over subscribed. Kami akan supply lebih misalnya hingga Rp 100 miliar sampai Rp 150 miliar," katanya.

Sedangkan untuk dana investasi konsolidasi, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 18,5 persen di tahun ini dibandingkan tahun lalu dari Rp 12,06 triliun menjadi Rp 14,3 triliun. »Untuk Askes sendiri menargetkan dana investasi di tahun ini sebesar Rp 12,7 triliun,” katanya.

Hingga akhir tahun 2012, perusahaan hanya membukukan laba bersih senilai Rp 1,35 triliun dari target tahun 2012 sebesar Rp 1,5 triliun. Untuk dana cadangan dan modal, Askes menargetkan pertumbuhan sebesar 17 persen di tahun ini menjadi Rp 11,4 triliun.

Dana cadangan dan modal perusahaan saat ini mencapai Rp 8,3 triliun belum termasuk laba berjalan yang ada. »Jika digabung dengan laba berjalan sekarang, dana cadangan dan modal perusahaan akan menjadi Rp 9.7 triliun,” ujarnya.

FIONA PUTRI HASYIM

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...