Investasi Saham saat Pandemi COVID-19, Simak Hal Penting Ini

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun lalu membuat sejumlah emiten mengalami penurunan performa dan mengalami kerugian. Meski demikian, tak sedikit pula yang justru meningkat.

Melihat hal ini, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan beberapa tips yang bisa menjadi acuan investor ketika investasi saat pandemi COVID-19.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menyebut, investor perlu memperhatikan kinerja fundamental emiten, bukan hanya melihat berita yang berkembang.

"Memang saat ini berita yang berkembang itu bisa membuat harga saham naik. Tapi bagi kami, hal terpenting yang perlu diperhatikan ialah fundamental perusahaan dan juga kinerja ke depannya seperti apa," katanya, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, Head of Investment information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menegaskan, investor perlu mencermati beberapa emiten yang mungkin akan kembali bergairah pasca pandemi COVID-19. Hal ini bisa dicermati untuk investasi jangka panjang.

"Pada saat sekarang, di tengah pandemi ini sebenarnya peluang sama dengan di awal pandemi, bagi beberapa investor bisa menjadi peluang. Karena harga yang ada bisa dilihat sebagai diskon. Pandemi kan ada batas waktu nanti bisa selesai," ujarnya.

Salah satu saham yang bisa menjadi pertimbangan ialah sektor perbankan dan telekomunikasi. Kesempatan ini diungkapkan Roger mampu menjadi peluang untuk investor melakukan investasi.

"Tapi pada saat ke depan program vaksin menyentuh seluruh Indonesia dan saat sektor yang terpuruk ini bisa berbalik menjadi peluang, seperti transportasi, retail dan restoran," tuturnya.

Tak hanya itu, Roger juga menyebut, investor bisa memiliki banyak pilihan, seperti market leading, yakni teknologi, kesehatan. "Semua kembali kepada investornya," ujarnya.

Saham Pilihan Sepanjang Juli 2021

Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Jelang penutupan sesi II, nilai perdagangan sebesar Rp 7,7 triliun lebih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Jelang penutupan sesi II, nilai perdagangan sebesar Rp 7,7 triliun lebih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berada di level 4,15 persen atau di bawah target pemerintah yakni 4,5 persen hingga 5,3 persen.

Meskipun terdapat risiko dari COVID-19 dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas menilai, terdapat sektor-sektor yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk bertransaksi saham pada Juli, yakni sektor konsumen primer, kesehatan, dan infrastruktur.

Emiten perunggasan dan pakan ternak di sektor konsumen primer juga bisa menjadi pilihan, seperti PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Kemudian saham pilihan di sektor kesehatan terdapat emiten rumah sakit serta laboratorium yaitu PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Saham pilihan di sektor infrastruktur juga bisa dicermati seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Tak hanya itu, beberapa saham pilihan lain yang layak dicermati yaitu PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

"Bisnis khususnya untuk empat emiten tersebut yaitu BBTN, ERAA, AKRA, dan INDF diprediksi akan terus membaik dan meningkat pada semester II/2021,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina.

Selain itu, Mirae Asset Sekuritas tetap berada di peringkat pertama perusahaan efek dengan nilai transaksi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga akhir semester I 2021 karena berhasil membukukan total transaksi Rp 365,88 triliun dengan pangsa pasar 11,37 persen sepanjang semester I 2021.

Salah satu penunjang nilai transaksi ialah kompetisi transaksi saham , seperti HOTS Championship Season 4. Sepanjang 5 pekan yaitu pada periode 31 Mei-2 Juli, sebanyak 11.551 orang nasabah bertransaksi dengan jumlah yang mencapai Rp 18,52 triliun, atau rata-rata Rp 561,28 miliar per hari dan berporsi 32,31 persen dari total transaksi Mirae Asset Sekuritas. Jumlah nasabah berasal dari 2.846 orang peserta Premier League, 7.902 orang Champs League, dan 803 orang Millennial League.

Nilai transaksi tersebut termasuk akumulasi transaksi tiga orang pemenang kategori Transaction Value (nilai transaksi) kompetisi tersebut senilai Rp 5,4 triliun, masing-masingnya Rp 707,57 miliar, Rp 2,14 triliun, dan Rp 2,55 triliun. Mirae Asset Sekuritas juga memiliki program CSR bertajuk Ayo Meraih Masa Depan.

Dalam CSR itu, Mirae Asset Sekuritas membantu usaha seorang lulusan SMK asal Bekasi Timur bernama Alpinda Evari yang berjualan Jahe Merah kemasan.

Mirae Asset Sekuritas membantu Alpinda secara finansial serta memberikan pendampingan bisnis dengan bantuan dari seorang key opinion leader (KOL) dan selebgram bernama Windy Iwandi. Windy mendampingi Alpinda menjalankan usahanya agar lebih baik serta mempromosikan produk jahe merah kemasan yang diproduksi Alpinda.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel