Investasi Sektor Migas Ditarget Capai USD 13,2 Miliar di 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Mohammad optimis target investasi sektor migas mencapai USD 13,2 miliar di sepanjang 2022. Nilai investasi ini akan dimanfaatkan untuk peningkatan produksi minyak dan gas di tahun berjalan.

"Itu artinya kita akan meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nah biasanya kita dapat USD 10 sampai 11 miliar, USD 10 - USD 11 miliar. Kita harapkan bisa USD 13 miliar," ujar Kemal kepada media, Jumat (25/11).

Sebelumnya Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, target investasi pada produksi migas hingga tahun 2030 memerlukan USD 179 miliar.

Maka dari itu, sektor migas sangat memerlukan dukungan dari para stakeholder, terutama di masa transisi energi. Oleh karena itu, pihaknya punya target-target untuk meningkatkan energi dan menurunkan emisi dalam waktu yang bersamaan.

Salah satunya dengan program penanaman pohon, di mana secara simbolik telah ditanam sebanyak 1.000 pohon. Akan tetapi tahun ini secara keseluruhan sudah mencapai 2 juta pohon.

Industri Migas Sangat Dinamis

"Makanya kita tunjukkan bahwa kita ada program tanam pohon di mana secara simbolik 1.000 pohon padahal tahun ini secara keseluruhannya kita menanamkan itu outlook nya mencapai 2 juta pohon," terang dia.

Industri minyak dan gas (migas) global berada dalam masa yang sangat dinamis dan penuh tantangan. Situasi geopolitik dan ekonomi global saat ini menyebabkan gangguan pasokan energi dan pangan yang menyebabkan kenaikan harga.

"Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ancaman inflasi dan krisis ekonomi dan energi. Dengan demikian ketahanan energi merupakan isu penting untuk dibahas," ujar Dwi dalam acara 3RD International Convention on Indonesian Upstream oil and gas 2022, Bali, Rabu (23/11). [idr]