Investasi Tesla Segera Cair di Indonesia

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Indonesia menjadi salah satu negara di dunia, yang gencar mengembangkan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai. Adanya sumber daya alam berupa nikel, menjadi andalan pemerintah untuk memikat investor.

Pada akhir tahun lalu, Staf Khusus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto mengatakan bahwa salah satu perusahaan asal China berminat mengucurkan investasinya di Tanah Air.

Perusahaan Contemporary Amperex Technology Limited atau CATL disebutkan sudah menyiapkan dana sebanyak US$5,2 miliar, atau setara Rp73 triliun untuk mendirikan pabrik, yang rencananya bakal mulai beroperasi beberapa tahun lagi.

“Targetnya, pabrik CATL akan mulai memproduksi baterai mobil listrik pada 2024,” ujarnya belum lama ini.

Septian memastikan, bahwa perusahaan asing tersebut tidak akan membawa bahan tambang dalam kondisi mentah untuk diolah di negara mereka sendiri.

“60 persen pengolahan hasil tambang nikel yang ada di Morrowali dilakukan di Indonesia, bersama PT Aneka Tambang. Kami enggak mau mereka mendapatkan nikel, lalu membawanya ke negaranya untuk diolah di sana,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa ada perusahaan lain yang juga tertarik menanamkan modal mereka, yakni LG Chemical asal Korea Selatan.

“CATL investasinya US$5,2 miliar, kemudian ada LG dengan nilai US$9,8 miliar (sekitar Rp138 triliun),” ungkapnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Selasa 26 Januari 2021.

Selain dua perusahaan itu, kata Bahlil, dalam waktu dekat pihaknya juga akan meneken perjanjian kerja sama dengan dua perusahaan lain. Satu berasal dari Amerika Serikat, dan satu lagi dari Jerman.

“Sebentar lagi yang akan kami teken itu BASF dan Tesla,” kata dia.

Sebagai informasi, Tesla saat ini menjadi produsen mobil listrik paling laris di dunia. Pada tahun lalu, meski pandemi mereka berhasil menjual hampir 500 ribu unit di seluruh dunia.

Tesla memiliki dua pabrik perakitan, satu di Las Vegas AS dan satu lagi di China. Investasi mereka di Indonesia, dikabarkan adalah dalam bentuk produksi baterai untuk kendaraan setrum.