Investigasi Kasus Mutilasi di Mimika, Komnas HAM Papua Sambangi Kodam Cendrawasih

Merdeka.com - Merdeka.com - Komnas HAM Papua menyambangi Makodam XVII/Cendrawasih, Kamis (1/9). Mereka bertemu Kepala Staf Kodam (Kasdam) Brigjen TNI R Sidharta Wisnu Graha membahas transparansi penanganan kasus pembunuhan dan mutilasi empat warga Nduga di Mimika.

Rombongan Komnas HAM dipimpin Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey. Dia didampingi Melkior Weruin, Ronal Rumbiak, George Numberi, Yohana Tokayo, dan Markus Sikowai.

"Saya beserta rombongan dari Komnas HAM wilayah Papua datang kesini untuk mengetahui proses penanganan kasus ini yang diduga melibatkan prajurit TNI dan sekaligus meminta akses untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian di Mimika," jelas Frits.

Apresiasi Komnas HAM

Sementara Brigjen TNI Sidharta Wisnu Graha dalam pertemuan itu didampingi sejumlah pejabat Kodam XVII/Cendrawasih, seperti Kakumdam, Danpomdam, Waasintel dan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman.

Sidharta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM wilayah Papua yang berkunjung ke Makodam XVII/Cendrawasih. "Saya berterima kasih kepada Komnas HAM dalam rangka untuk mengetahui kejelasan kejadian dan proses penanganan kasus pembunuhan 4 warga sipil di Mimika yang diduga melibatkan Prajurit TNI. Saat ini pihak TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cendrawasih masih terus melakukan investigasi dan pengusutan. Apabila terbukti ada keterlibatan TNI, maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Sidharta.

"Saat ini dari Pomdam XVII/Cenderawasih telah mengirim personel di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan investigasi. Bahkan Bapak Pangdam XVII/Cendrawasih meminta untuk diproses hukum dan melakukan pendampingan sampai hasilnya jelas," imbuh Sidharta.

Lebih lanjut, Sidharta mengapresiasi pihak Komnas HAM yang akan ke lokasi kejadian di Mimika untuk memperjelas kejadian sebenarnya. "Kami juga bekerja sama dengan pihak Kepolisian dalam pengusutan kasus ini, agar lebih terbuka dan transparan. Jangan ragu-ragu, kami pasti membantu Komnas HAM," jelas Sidharta.

Seperti diberitakan, pembunuhan sadis terhadap keempat warga Nduga itu diduga melibatkan enam anggota TNI-AD dari Kesatuan Brigif 20/IJK/3 Kostrad bersama empat warga sipil. Keempat korban dibunuh dan dimutilasi di SP 1, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Senin (22/8). Potongan jasad mereka kemudian dibuang ke sungai.

"Saya berharap kejadian ini tidak dibawa mengarah kepada SARA. Terlebih jangan meragukan komitmen TNI, bahkan silakan apabila Komnas HAM mendampingi para tersangka jika nanti memang ada keterlibatan prajurit TNI," pungkas Sidharta. [yan]