Investigasi Ombudsman: Stok Beras Mencukupi

Agus Rahmat, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyatakan, turut menginvestigasi mengenai polemik impor beras oleh pemerintah di tengah musim panen raya di Tanah Air. Disebutkan, stok beras sangat aman.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan, telah mengumpulkan berbagai data termasuk dari Kementerian Perdagangan untuk mengukur besaran data stok beras Indonesia.

"Kemarin Pak Mendag (Menteri Perdagangan) kan katanya khawatir, kami minta keterangan, kami minta beberapa informasi dan memang yang dikhawatirkan terkait stok berasnya," kata dia saat konferensi pers, Rabu, 24 Maret 2021.

Berdasarkan penelusuran tersebut, Ombudsman kata Yeka mendapat informasi bahwa Perum Bulog memiliki stok 1-1,5 juta ton per tahun sejak 2018. Namun, hingga 14 Maret 2021 realisasinya sebanyak 883.585 ton.

Baca juga: Peran Pengusaha Ditingkatkan untuk Dukung Pemulihan Ekonomi RI

"Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan, 14 Maret 2021 mencapai angka 883.585 ton ini sudah banyak diketahui publik, dengan rincian 859.877 ton merupakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dan 23,7 ribu ton stok komersil," ucap dia.

Namun, dari besaran stok CBP, terjadi penurunan mutu sebanyak 400 ribuan ton sehingga yang layak konsumsi hanya kurang dari 500 ribu ton. Besaran stok ini memenuhi 20 persen dari total kebutuhan bulanan.

"500 ribu ton atau sekitar 20 persen dari kebutuhan beras rata-rata tiap bulan kita. Perlu diketahui kebutuhan setiap bulan masyarakat 2,5 juta ton. Jadi, kemampuan Bulog kalau ada apa-apa selama 6 hari beras aman dijamin Bulog," ungkapnya.

Selain stok di Bulog, Yeka mengingatkan, juga ada stok di tempat lain. Di penggilingan misalnya per Februari 2021 jumlahnya mencapai 1 juta ton, kemudian di lumbung pangan masyarakat terdapat 6,3 ribu ton.

Sementara itu, stok yang terdapat di Pasar Induk Cipingan mencapai 30,6 ribu ton, hotel, restoran dan kafe (Horeka) sebanyak 260,2 ribu ton dan di tingkat rumah tangga mencapai 3,2 juta ton.

Selain total keseluruhan stok ini yang sekitar 6 juta ton, Yeka melanjutkan, Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah menginformasikan bahwa terdapat potensi panen dari petani untuk beras Januari-April 2021 14,54 juta ton.

"Saat ini pasokan beras di PIBC yang selalu menjadi acuan juga dalam kondisi normal bahkan berlebih di kisaran 3.300 sampai dengan 3.500 per hari. Jadi ini sebetulnya indikasi panen raya dan tidak ada kelangkaan," tegas Yeka.

Untuk itu, dia menekankan, berdasarkan data-data ini Ombudsman telah memberikan pernyataan tegas dan jelas bahwa stok beras Indonesia masih relatif aman dan tidak memerlukan impor dalam waktu dekat.

"Sebetulnya indikasi panen raya dan tidak ada kelangkaan. Dengan demikian Ombudsman Republik Indonesia menilai stok beras nasional kita masih relatif aman dan tidak memerlukan impor dalam waktu dekat ini," tutur Yeka.