Investor 500 Start Up Khailee Ng Beri Bocoran Kesuksesan buat Calon Pengusaha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Khailee Ng yang merupakan pengelola 500 start up di sebuah firma modal ventura yang berbasis di Silicon Valley. Dia ditugaskan untuk mengidentifikasi dan membantu mengembangkan beberapa bisnis untuk masa depan.

Dengan banyak pengalamannya di bidang bisnis, dia memiliki banyak saran untuk para pengusaha yang berharap dapat membangun bisnisnya dengan besar dan berjangka panjang.

Kerap kali beberapa start up terlalu fokus menciptakan suatu produk dan layanan untuk konsumen kaya di negara maju. Tanpa sadar, ada banyak masalah penting yang justru berpotensi sangat menguntungkan jika diselesaikan di negara berkembang.

“Saya berpikir banyak orang yang tidak memikirkan hal tersebut. Anda sebenarnya dapat menghasilkan banyak uang dengan melayani populasi yang tidak memiliki banyak uang,” ujar Ng, seperti melansir laman CNBC, Sabtu (6/2/2021).

Untuk itu, Ng memberikan beberapa sarannya untuk pengusaha. Berikut ini saran dari Ng.

1. Memiliki strategi start up untuk Asia

Ng menyarankan hal ini karena dia telah memfokuskan sebagian besar pendanaannya di wilayah Asia. Bahkan dia merupakan salah satu pendukung awal pasar e-commerce Indonesia yang kini bernilai miliaran dolar.

Salah satu yang Ng dukung pertama kali adalah Bukalapak. Dukungan dari Ng tersebut akhirnya mampu membuat Bukalapak membantu dan menyediakan teknologi untuk kios-kios kecil membuka usahanya di bisnis online.

Selain itu, investasi regional timnya yang lain juga termasuk ke dalam Grab unicorn ride-hailing yang berbasis di Singapura dan platform kerja on-demand Malaysia GoGet.

Unicorn sendiri merupakan salah satu istilah untuk perusahaan rintisan teknologi senilai USD 1 miliar atau lebih.

Karena itulah, Ng sangat mendukung calon wirausaha untuk lebih melihat pasar berkembang yang berjangka panjang serta mempertimbangkan beberapa tren yang lebih luas.

“Saya ingin mendorong pengusaha untuk melihat pasar jika mereka melihat pasar-pasar besar, seperti Indonesia dan Asia Tenggara,” saran Ng.

Misalnya dalam 500 start up, ketika melihat investasi yang memiliki potensi besar, pertimbangkanlah hubungan antara konsumsi, produktivitas, dan produk domestik bruto di pasar dan bagaimana semua itu akan berkembang.

Ng menambahkan, pasar yang lebih canggih cenderung akan fokus pada produktivitas, sementara yang berkembang tetap dipimpin oleh konsumsi.

“Ketika banyak orang jenuh dengan konsumsi tersebut, cobalah langsung berpikir tentang produktivitas,” ujarnya.

Gambaran tersebut dapat membantu para start up untuk menentukan keinginannya dalam memenuhi kebutuhan pasar tertentu.

2. Miliki peluang

Ilustrasi Startup (iStockPhoto)
Ilustrasi Startup (iStockPhoto)

Beberapa waktu lalu, salah satu pendiri perusahaan teknologi keuangan India bernilai miliaran dolar, Paytm, membicarakan hal ini ketika acara Singapore Fintech Festival.

Dia menyarankan bahwa calon wirausaha seharusnya lebih fokus untuk membangun produk dan layanan bagi para konsumen di pasar berkembnang, dibandingkan negara maju. Melihat negara maju sepertinya sudah terlayani dengan baik.

“Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk para wirausaha membangun bisnis tersebut di wilayah ini,” ujar Vijay Shekhar Sharma.

Vijay menambahkan, “Lima miliar konsumen berikutnya di dunia akan dilayani dengan teknologi dan metodologi yang dibangun di Asia.”

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Saksikan Video Ini