Investor Asing Jual Saham Rp 195 Miliar, IHSG Melemah 0,77 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu beranjak dari zona merah pada perdagangan saham Selasa (23/3/2021). Aksi jual investor asing menekan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, IHSG melemah 0,77 persen atau 48,41 poin ke posisi 6.252,71. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,40 persen ke posisi 940,52. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Sebanyak 357 saham melemah sehingga menekan IHSG. 151 saham menguat dan 129 saham diam di tempat. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.342,13 dan terendah 6.245,99.

Total frekuensi perdagangan saham 1.230.979 kali dengan volume perdagangan saham 19,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 195,05 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.440.

Sebagian besar sektor saham melemah sehingga menekan IHSG. Sektor saham pertanian naik 1,43 persen. Sementara itu, sektor saham industri dasar melemah 1,9 persen, dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham konstruksi tergelincir 1,36 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 1 persen.

Gerak Saham

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain saham ZBRA naik 25 persen, saham POLI melonjak 24,86 persen, saham BGTG melambung 18,06 persen, saham SKLT bertambah 14,29 persen, dan saham MTWI meroket 13,19 persen.

Saham-saham yang masuk top losers antara lain saham PTIS turun 6,96 persen, saham TURI merosot 6,92 persen, saham FORU melemah 6,91 persen, saham MIDI susut 6,9 persen, dan saham ERTX tergelincir 6,9 persen.

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBRI sebanyak Rp 96 miliar, saham INDF sebesar Rp 33,2 miliar, saham TOWR sebesar Rp 16,9 miliar, saham BTPS sebesar Rp 11,1 miliar dan saham ASII sebesar Rp 9,7 miliar.

Sedangkan saham-saham yang dilepas investor asing antara lain saham BBCA sebesar Rp 242,4 miliar, saham ICBP sebesar Rp 31,5 miliar, saham BMRI sebesar Rp 27,4 miliar, saham TLKM sebesar Rp 26,2 miliar dan saham EMTK sebesar Rp 24,7 miliar.

Bursa saham Asia pun sebagian besar tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 1,34 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 1,01 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,61 persen.

Lalu indeks saham Thailand merosot 0,18 persen, indeks saham Shanghai turun 0,93 persen, indeks saham Singapura susut 0,01 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,07 persen.

Kata Analis

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, ada sejumlah faktor yang pengaruhi IHSG. Salah satunya proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2021.

Diperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar -1 persen dan -0,1 persen. Selain itu, ia menilai, pelaku pasar prihatin dengan kenaikan kasus COVID-19 secara global.

"Memanasnya hubungan bilateral antara AS dengan China disikapi negatif oleh pelaku pasar," kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, wacara Presiden AS Joe Biden untuk menaikkan tarif pajak juga mendapatkan respons negatif pelaku pasar. Ditambah pemerintah memperpanjang kebijakan PPKM Mikro hingga 5 April 2021. "Perkembangan mutasi COVID-19 dikhawatirkan pelaku pasar," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini