Investor Awal Twitter ke Elon Musk: Jangan Samakan dengan Roket dan Mobil Listrik

Merdeka.com - Merdeka.com - Chris Sacca, salah satu investor pertama di Twitter mengatakan Elon Musk membutuhkan orang-orang di sekitarnya yang bersedia berbicara kebenaran kepada penguasa, karena menurutnya masalah perusahaan terlalu besar untuk Elon selesaikan sendiri.

Dalam utas tweet-nya @sacca pada Senin, (7/11), Sacca mengatakan dia selalu mengagumi Musk dan dia merujuk pada Tesla sebagai hal yang positif. Maklum, Sacca sendiri adalah pendiri Lowercarbon Capital, sebuah perusahaan yang berinvestasi dalam energi alternatif dan teknologi berkelanjutan.

"Keberhasilannya hingga saat ini bukanlah sebuah kebetulan," tulis Sacca kepada 1,6 juta pengikutnya dkutip dari CNBC, Selasa (8/11).

Ia melanjutkan bahwa tantangan yang datang dengan menjalankan layanan seperti Twitter membutuhkan tingkatan berbeda yang sejauh ini belum ditunjukkan oleh Musk.

"Baterai, mobil listrik, roket dan terowongan dan panel surya memiliki jawaban yang benar dan salah. Kriteria keberhasilan dapat diukur secara objektif," tulis Sacca.

Menciptakan kebijakan yang efektif membutuhkan orang-orang dengan sudut pandang berbeda yang diizinkan untuk saling menguji atas sebuah pemikiran. Dan agar CEO Tesla berhasil, dia membutuhkan orang-orang yang mau membantunya mengidentifikasi masalah yang tepat.

"Satu-satunya cara saya melihat hal itu terjadi adalah jika ada orang di sekitar Elon yang dapat berbicara kebenaran kepada kekuasaan dan melengkapi nalurinya yang berani dan ambisius dengan nuansa yang sangat dibutuhkan. Manusia bukanlah masalah matematika dan fisika," kata Sacca.

Dengan demikian, Sacca terus terang mengkhawatirkan masa depan aplikasi yang pertama kali didukungnya pada tahun 2006, dia ingin melihat Musk membuat keputusan yang lebih baik demi berjalannya Twitter.

"Twitter tidak akan menjadi lebih baik bagi pengguna, pengiklan tidak akan kembali dalam skala besar, dan investasi besarnya tidak akan membuahkan hasil kecuali ada dialog yang tulus yang mengarah pada kemajuan dan stabilitas yang bijaksana," tulis Sacca. [faz]