Investor Bakal Cermati Rilis Data Neraca Perdagangan Oktober 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan Senin (15/11/2021). Rilis data neraca perdagangan Oktober 2021 akan jadi sentimen IHSG.

Mengutip laporan PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan Oktober 2021. Konsensus proyeksikan terjadi surplus USD 3,9 miliar pada Oktober 2021.

“Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berpeluang lanjutkan pelemahan dengan rentang pergerakan di 6.630-6.710,” tulis PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,6 persen pada Jumat, 12 November 2021 tetapi masih mampu membukukan kenaikan secara mingguan.

Hal senada disampaikan pengamat pasar modal Edwin Sebayang. Ia menuturkan, tekanan jual yang terjadi atas IHSG pada Jumat pekan lalu masih akan melanjutkan pola pada awal pekan ini.

Selain itu, tekanan jual juga terjadi di beberapa komoditas antara lain harga batu bara turun 1,6 persen dan selama empat hari sudah koreksi 10,54 persen. Selain itu, harga minyak susut 1,1 persen, dan timah melemah 0,43 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi Amerika Serikat bertenor 10 tahun naik ke posisi 1,582 persen.

“Di lain pihak, ada harapan IHSG tidak jatuh cukup dalam jika merujuk penguatan indeks Dow Jones sebesar 0,50 persen pada pekan lalu lalu disertai naiknya harga beberapa komoditas seperti emas, CPO dan nikel,” kata dia.

Edwin prediksi, IHSG berada di kisaran 6.613-6.708 pada Senin pekan ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saham Pilihan

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk saham pilihan, Edwin memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Selain itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Sedangkan PT NH Korindo Sekuritas memilih saham PT Bank Nusa Tbk (AGRO), PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS), SILO, MDKA, dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel