Investor Buru Saham Alibaba pada Awal 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham Alibaba mencatatkan kinerja yang baik selama perdagangan pekan ini. Hal itu lantaran saham Alibaba berada di level yang dianggap murah dan investor membeli pada momentum penurunan tersebut.

Setelah kehilangan hampir 50 persen nilainya pada 2021 di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan kekhawatiran seputar perlambatan pertumbuhan, saham raksasa teknologi di China itu telah naik lebih dari 9 persen sejak awal 2022.

Lonjakan tersebut terjadi bahkan ketika perusahaan teknologi AS telah jatuh seiring kenaikan imbal hasil obligasi dan indikasi pengetatan kebijakan moneter. Saham Alibaba yang terdaftar di Amerika Serikat (BABA) ditutup naik 2,5 persen.

Sementara saham perusahaan yang terdaftar di Hong Kong (9988.H.K.) melonjak 6,5 persen. Dilansir dari laman Yahoo Finance, Minggu (9/1/2022), Analis menilai kemungkinan investor membeli saham Alibaba karena akhirnya mencapai titik terendah.

"Saham rebound pada valuasi yang sangat menarik. Investor juga mengharapkan lebih sedikit berita utama negatif di bidang regulasi pada 2022,” kata Xiaoyan Wang, seorang analis di kelompok investasi China 86 Research.

Awal pekan ini, analis di perusahaan perbankan investasi Benchmark memangkas target harga saham Alibaba. Hal itu merujuk pada potensi pukulan terhadap pendapatan dari perlambatan belanja konsumen China.

Analis yang dipimpin oleh Alex Yao di JPMorgan Chase mengatakan hal yang sama pada hari Kamis, dan memangkas target harga untuk Alibaba menjadi USD 180 dari USD 210 karena meningkatnya kewaspadaan tentang konsumsi online China.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rekomendasi Saham

Fairtual menggandeng Alibaba Cloud sebagai mitra kerja strategis dalam rangkaian kegiatan Grand Launching Alibaba Cloud Scrubbing Center Indonesia yang akan digelar pada 7 April 2021.
Fairtual menggandeng Alibaba Cloud sebagai mitra kerja strategis dalam rangkaian kegiatan Grand Launching Alibaba Cloud Scrubbing Center Indonesia yang akan digelar pada 7 April 2021.

Seperti di Benchmark, grup Yao melihat risiko terhadap pendapatan manajemen pelanggan (customer management revenue/CMR), yang berasal dari layanan seperti pemasaran di platform Alibaba yang merupakan sumber penjualan penting bagi perusahaan.

"Menurut pandangan kami, prospek CMR yang memburuk akan membuat saham rentan sampai pasar mengidentifikasi titik belok dalam revisi pendapatan. Kami pikir saham akan terus berada di bawah tekanan dalam waktu dekat, meskipun valuasinya rendah,” kata tim di J.P. Morgan.

Namun, grup di Benchmark mempertahankan peringkat Beli pada saham Alibaba, dan J.P. Morgan mempertahankan Alibaba pada peringkat Overweight. Target harga rata-rata untuk Alibaba adalah USD 195,51, yang berarti naik lebih dari 54 persen dari harga penutupan Kamis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel