Investor India Bangun Pabrik CPO di KIM

Medan (ANTARA) - Perusahaan asal India, VCF Pte. Ltd, mulai Juli 2011 merealisasikan kegiatan investasinya dengan membangun pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO} di Kawasan Industri Medan (KIM,)Sumatera Utara.

"Perusahaan ini membangun pabrik pengolahan CPO di atas lahan seluas 7,9 hektare di KIM II," kata Direktur Utama PT (Persero) KIM, Gandhi D Tambunan kepada ANTARA di Medan, Sabtu, tanpa merinci total investasi perusahaan penanaman modal asing (PMA) itu.

Menurut dia, perusahaan terkemuka dari India itu memilih KIM sebagai lokasi untuk pembangunan pabrik CPO dan beberapa jenis produk turunannya, karena kawasan industri itu hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pelabuhan ekspor impor Belawan Medan itu dilengkapi beragam fasilitas dan sarana infrastruktur.

Selain itu, lanjut dia, pabrik tersebut bila kelak beroperasi diyakini relatif mudah dalam memperoleh bahan baku, karena Sumatera Utara (Sumut) selama ini termasuk sentra produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Gandhi menambahkan, keberadaan pabrik pengolahan minyak sawit berorientasi ekspor di KIM tersebut dipastikan akan memberi kontribusi yang menggembirakan bagi perekonomian Sumut.

"Pabrik CPO tersebut nantinya diperkirakan akan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja," ujarnya.

Dia juga menyatakan optimistis kinerja pertumbuhan investasi di KIM selama tahun 2011 bakal mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Minat calon investor domestik dan asing untuk menanamkan modal di KIM diprediksi bakal terus meningkat," katanya.

Sekitar 60 persen dari 350 hektare lebih total luas areal KIM II yang berlokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, kini sudah habis terjual.

Dalam upaya meningkatkan minat calon investor, kata dia, manajemen PT KIM senantiasa siap memberi kemudahan kepada setiap investor, di antaranya dalam hal mendapatkan izin berusaha dengan biaya dan waktu yang telah distandarisasi.

Disebutkannya, harga lahan di KIM II untuk lokasi pabrik maupun untuk keperluan lain, seperti gudang dan perkantoran dipastikan relatif lebih kompetitif dibanding harga lahan di sejumlah kawasan industri lain di Indonesia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.