Investor Institusi Global Incar IPO Paytm

·Bacaan 3 menit
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - The Abu Dhabi Investment Authority dan Universitas of Cambridge termasuk di antara lusinan penawar yang berhasil untuk saham yang dijual perusahaan pembayaran digital Paytm dengan target dana senilai 82,5 miliar rupee.

Jumlah itu setara USD 1,1 miliar atau Rp 15,82 triliun (asumsi kurs Rp kepada investor jangkar dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Dalam keterbukaan informasi, Paytm pada Rabu, 3 November 2021, BlackRock Inc, Canada Pension Plant Investment Board dan Sovereign Wealth Fund (SWF) Singapura juga turus berminat untuk mendapat beberapa alokasi terbesar.

The Teacher Retirement System of Texas, City of New York Group Trust dan University of Texas System juga beli saham dalam investor jangkar Paytm.

Mengutip yahoo finance, Jumat, (5/11/2021), berdasarkan sumber, Paytem menerima pesanan lebih dari 10 kali lipat terkait jumlah saham yang ditawarkan. Saham tersebut juga dijual ke Abrdn Plc, Citadel, Fidelity, Janus Henderson Group Plc, Marshall Wace, Miaret Asset, Nomura Holdings Inc, Schroders Plc dan UBS Group AG.

Perusahaan yang resmi dikenal sebagai One97 Communication Ltd ini menjual hampir setengah dari IPO senilai 183 miliar rupee kepada investor jangkar. Penetapan investor jangkar ini termasuk yang terbesar di India, sesuai dengan status Paytm sebagai debut penawaran saham perdana terbesar di India.

Paytm didirikan pada 2010 oleh Vijay Shekhar Sharma. Empat tahun kemudian, ia pindah ke pembayaran digital dan baru-baru ini berkembang menjadi perbankan, kartu kredit, wealth management dan semua jenis layanan mulai dari penjualan emas digital, asuransi dan tiket film. Perseroan memiliki 337 juta pengguna terdaftar dan hampir 22 juta merchant di platform, menurut pengumuman perusahaan sebelumnya.

Laju indeks saham India yang menderu pada 2021 telah mendorong sejumlah unicorn teknologi mencatatkan saham di pasar modal. Hal ini menawarkan investor kesempatan untuk ambil bagian dalam nama startup teknologi mulai dari Zomato, dan Nykaa di India.

IPO Paytim akan dibanderol pada kisaran 2.080 rupee-2.150 rupee per saham. Investor besar seperti grup Ant dan Softbank menjual. IPO digelar pekan depan pada 8-10 November. Saham Paytm akan dicatatkan pada pertengahan November 2021.

Paytm telah membangun pangsa pasar terbesar untuk layanan pembayaran dengan menangkis persaingan ketat dari sejumlah pemain global termasuk PhonePe milik Walmart Inc, Google Pay milik Alphabet Inc, Amazon Py dan WhatsApp Pay milik Facebook Inc.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Salah Satu IPO Terbesar di India

BlackRock Inc, Badan Investasi Rencana Pensiun Kanada dan Sovereign Wealth Fund (SWF) Singapura masuk daftar calon pembeli saham Paytm yang akan ditawarkan sebanyak USD 1,1 miliar atau Rp 15,7 triliun saham ketika penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Perusahaan yang resmi bernama One97 Communication Ltd sedang mencari pembeli atas sekitar 82,5 miliar rupee atau setara USD 1,1 miliar sahamnya. Jumlah ini merupakan setengah dari total saham yang diperdagangkan ketika IPO yakni sebanyak 183 miliar rupee. Saham ini ditawarkan kepada lebih dari 50 investor jangkar.

IPO aakan ditutup pada Rabu, 3 November 2021. Namun tidak menutup kemungkinan dapat berubah sewaktu-waktu. Pernyataan disampaik narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, dilansir dari laman Yahoo Finance, Rabu, 3 November 2021.

Perwakilan dari Paytm menolak memberikan tanggapan atas kabar tersebut. Sejauh ini, total saham Paytm yang diperdagangkan saat IPO merupakan terbesar di India. Reli yang terjadi pada saham dalam negeri mendorong startup bergegas untuk mendaftar di pasar publik.

Kesempatan awal dimanfaatkan startup menawarakan investor kemudian menguangkan sebagian keuntungannya. Selain itu mengantarkan para investor jangka panjang baru agar bertaruh pada prospek ekonomi dan fundamental demografi India.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel