Investor Jepang Suntik Dana Segar Platform Loker Glints Ratusan Miliar

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Platform lowongan pekerjaan (Loker) dan pengembangan karir, Glints, resmi mengantongi dana segar US$22,5 juta atau Rp322,3 miliar (Kurs Rp14,327 per dolar AS) untuk mengembangkan bisnisnya. Pendanan dari Persol Holding di Tokyo, Jepang itu, disebut merupakan investasi terbesar pada platform sejenisnya saat ini.

Co-founder & Chief Executive Officer (CEO) Glints Oswald Yeo mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk mewujudkan misi Glints membantu pengembangan karier 120 juta talenta profesional di Asia Tenggara dan mengatasi keterbatasan kandidat pekerja di kawasan tersebut.

Baca juga: Mudik Dilarang, Sandiaga Uno Wanti-wanti Pengelola Tempat Pariwisata

Hal itu dilakukan dengan membangun lebih banyak fitur dan solusi dalam Ekosistem Talent Glints. Dengan memperkuat jaringan perusahaan di Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan, serta memperkuat tim product dan engineering.

"Pandemi mempercepat perubahan cara bekerja (future of work) dan pasar tenaga kerja, misi kami untuk membantu 120 juta professional di Asia Tenggara menjadi makin krusial," ujar Oswald di Jakarta, dikutip dari keterangannya Selasa 6 April 2021.

Menurutnya, Ekosistem Talent Glints mempercepat future of work & talent di Asia Tenggara. Platform pencarian kerja full-stack, pertama dalam kategorinya ini, mendukung profesional dalam perjalanan mereka mencari dan mengembangkan karier yang dimiliki.

Tak hanya itu, Glint juga menghubungkan para profesional dalam forum komunitas (Glints Community), pendidikan keterampilan (Glints Academy dan Glints ExpertClass), dan fitur pencarian pekerjaan (Glints Job Marketplace).
Untuk pemberi kerja, Glints menyediakan solusi rekrutmen berbasis teknologi yang 2 kali lebih efisien daripada rekruter tradisional.

"Kami mengembangkan platform Glints dengan pendekatan yang menyeluruh untuk membantu bukan hanya proses pencarian kerja dan pengembangan karier bagi para profesional di Asia Tenggara, tapi juga memecahkan masalah talent crunch bagi pemberi kerja,” tambahnya.

Dia menjabarkan, saat ini Glint telah digunakan oleh sederet klien perusahaan yang telah memiliki nama besar. Seperti Gojek, Tokopedia, FWD Insurance, Starbucks, dan Mediacorp.

Bisnis Glints untuk solusi kandidat pekerja lintas batas, juga disebut dengan TalentHub, telah mengalami peningkatan permintaan lantaran pesatnya adopsi remote work. Bisnis ini bertumbuh dua kali lipat di 2020.

Sementara itu pendanaan Seri C yang didapatkan ini mencakup partisipasi dari investor yang sebelumnya bergabung termasuk Monk’s Hill Ventures, Fresco Capital, Mindworks Ventures, Wavemaker Partners. Dan, investor lainnya termasuk Binny Bansal (co-founder of Flipkart), dan Xiaoyin Zhang (Ex-Goldman
Sachs TMT China Head & Partner yang membawa Tencent, Baidu, dan Alibaba ke publik).

CEO Persol Asia Pacific Takayuki Yamazaki mengaku sangat antusias untuk memperkuat kerja sama dengan Glints. Selain optimis mendapat cuan, kerja sama ini diyakini bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para pekerja dan pemberi kerja di kawasan tersebut ke depannya.

"Dengan distribusi komersial dan pengalaman di Asia yang dimiliki oleh Persol Group serta platform talent berbasis teknologi milik Glints, akan membantu para profesional di Asia Tenggara dan memecahkan masalah talent crunch yang terjadi di Asia Tenggara,” tambahnya.