Investor Ribbit Capital Investasi di Bank Jago

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan venture capital Silicon Valley Ribbit Capital investasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO). Ribbit Capital dikenal mendukung perusahaan financial technology (fintech) dan digital bank global.

Mengutip laman dealstreetasia, Senin (4/10/2021), berdasarkan seorang sumber, Ribbit Capital memiliki kurang dari lima persen saham Bank Jago. Managing Partner Ribbit Capital Micky Malka menuturkan, pihaknya melihat revolusi bank digital seluruh dunia. Bank Jago, salah satu bank digital penuh di Indonesia dan memiliki kemajuan besar untuk layanan jasa bank digital di Indonesia.

"Bank Jago berkomitmen untuk layani konsumen di Indonesia dengan digital bank terbaik dan produk fintech yang tepat dengan perusahaan sejenis global, dan kami berpartisipasi dalam perjalanan ini ke depan,” kata dia dilansir dari dealstreetasia.

Sementara itu, Presiden Direktur Bank Jago mengatakan, hal ini menjadi validasi penting dari salah satu investor fintech dunia Ribbit Capital yang melihat dampak Bank Jago terhadap kemajuan inklusi keuangan digital di Indoensia.

Ribbit Capital dikenal mendukung investasi di perusahaan fintech dan bank digital dunia, memiliki portofolio termasuk Revolut yang berbasis di London, Nubank, Robinhood, Coinbase, dan Razorpay. Di Indonesia, Ribbit Capital juga mendukung platform Ajaib.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham ARTO

Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun, pemegang saham ARTO per 31 Agustus 2021 antara lain PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia sebesar 29,80 persen, PT Dompet Karya Anak Bangsa sebesar 21,40 persen, Wealth Track Technology Limited sebesar 11,68 persen, GIC Private Limited sebesar 9,11 persen, masyarakat sebesar 27,9 persen.

Pada perdagangan Senin, 4 Oktober 2021 pukul 11:10 WIB, saham ARTO melemah tipis 0,17 persen ke posisi Rp 15.050 per saham. Saham ARTO dibuka stagnan di posisi Rp 15.075. Saham ARTO sempat di zona hijau dan berada di level tertinggi Rp 15.475 dan terendah Rp 14.850. Total frekuensi perdagangan 6.739 kali. Total volume perdagangan 87.032. Nilai transaksi Rp 132,6 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel