Investor Ritel Pasar Modal Capai 6,1 Juta, Didominasi Milenial

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso membeberkan beberapa informasi terkait kondisi sektor keuangan di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19 kondisi pasar keuangan dan pasar modal terpantau stabil.

"Untuk pasar modal terpantau stabil. ISHG sudah secara konsisten di atas 6.000, dan yield SBN menurun di semua sektor," kata Wimboh Santoso, dalam dalam Raker Komisi XI DPR RI, yang disiarkan secara daring pada Rabu (15/9/2021).

Sepanjang Agustus 2021, investor non-residen masih mencatatkan net buy di pasar saham maupun SBN.

Di sisi demand, investor retail terus menunjukkan antuasime dengan jumlah investor yang mencapai 6,1 juta investor hingga Agustus 2021. Jumlah ini naik 99 persen secara yoy yang didominasi oleh investor retail berumur di bawah 30 tahun.

Dalam paparannya, Wimboh membeberkan bahwa investor retail berusia dibawah 30 tahun semakin mendominasi - di mana pada Juli 2021, mencapai 58 persen dibandingkan pada Juli 2020 lalu, yaitu 46 persen.

"Kita tahu bahwa memang ruang belanja semakin sempit karena ada PPKM, sehingga banyak yang mengalihkan uangnya untuk investasi di saham maupun instrumen lainnya di pasar modal," imbuh Wimboh.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penghimpunan Dana

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selanjutnya di perhimpunan dana melalui pasar modal hingga 31 Agustus 2021 telah mencapai Rp 257,9 triliun. Jumlah ini, Wimboh menyebut, di luar dugaan di mana tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 118 triliun.

"Ini terdiri dari 35 emiten baru yang melakukan penawaran umum di 2021 ini" jelasnya.

"Sementara itu di pasar surat utang terpantau menguat seiring dari data ekonomi Indonesia yang cukup baik di tengah-tengah pasar global yang berangsur pulih dan berpotensi mengakibatkan pergeseran era investasi ke negara-negara maju," demikian paparan Wimboh Santoso.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel