Investor Startup Komitmen Genjot Impact Investing

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia saat ini tidak mengubah komitmen para investor untuk berinvestasi di ekosistem impact investing. Model investasi itu diketahui memberikan penekanan tidak sekadar mencari keuntungan, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Banyaknya investor yang berinvestasi dalam ekosistem impact investing di Indonesia juga membawa kabar positif untuk menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di masa depan. Investor tersebut antara lain Enviu, Patamar Capital, dan East Ventures.

Baca juga: Pimpinan ASEAN Kini Sudah di Indonesia Bahas Kondisi Myanmar

Enviu, Venture Builder, Tauhid Pandji menegaskan komitmen Enviu untuk impact investing. Karena itu, social enterpries atau wirausaha sosial dalam hal ini startup, berperan besar mendorong perubahan.

"Kita lihat sendiri startup sudah membawa banyak sekali perubahan di Indonesia, seperti mendorong digitalisasi ekonomi dan membawa kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat ekonomi bawah," kata Tauhid dalam webinar Earth Day Forum 2021 dikutip dari keterangannya Sabtu, 24 April 2021.

"Menurut saya PR-nya adalah bagaimana startup ini bisa berperan untuk membawa dampak sosial dan lingkungan yang besar juga untuk Indonesia," tambahnya.

Ia menjelaskan, Enviu fokus membantu dan mendampingi startup di circular economy (ekonomi sirkular) mulai dari pendanaan hingga startup dapat masuk ke produk marketship.

"Ekosistem sudah siap mendukung. Hanya yang belum terpenuhi adalah yang fokus di penanganangan ekonomi sirkulasi. Itu tantangannya di mana kita bisa mendorong lebih banyak lagi startup yang fokus di circular ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Partner Patamar Capital Dondi Hananto juga menegaskan komitmen investasi pada impact investing. Menurut Dondi, Patamar yang sudah berinvestasi di Asia, Indonesia masuk dalam portofolio kedua setelah India. Ke depan, porsi investasi akan lebih banyak ke Indonesia.

"Sejak kami mulai 2012-2013, ekosistem bisnis rintisan di Indonesia selama delapan tahun, perkembangannya jauh lebih baik. Ekosistem, banyak program inkubator yang mendukung bisnis di fase awal. Pendanaan sudah tersedia. Dibanding Filipina dan Vietnam, jauh berbeda. Hal yang sama juga dari sisi regulasi. Indonesia lebih baik dari Vietnam," tutur Dondi.

Partner East Ventures Melisa Irene juga menegaskan komitmen nya pada impact investing. East Ventures melihat peluang di Indonesia sebagai negara berkembang dengan banyak hal yang beririsan.

Dia menjabarkan, ketika East Ventures berinvestasi diharapkan dapat memajukan ekonomi Indonesia dari berbagai sektor yang ada. Sebab, terdapat banyak peluang juga East berinvestasi ke perusahaan yang mempunyai potensi besar namun juga mempunyai dampak sosial.

Saat ini East Ventures telah berinvestasi di 20 perusahaan impact investing. "Ke depannya kami akan terus berkomiten pada impact investing. Kami baru mengembangkan kapabilitas, tapi ini langkah yang baik. Kami ingin menambah kapabilitas untuk berkomitmen di impact investasi," tambahnya.