IOC dipersalahkan setelah petinju Turki terpapar virus corona

LONDON (Reuters) - Komite Olimpiade Internasional (IOC) dituduh tidak bertanggung jawab setelah dua petinju Turki dan seorang pelatih terjangkit virus corona selama pertandingan kualifikasi di London bulan ini.

Menurut situs Federasi Tinju Turki, petinju Serhat Güler dan pelatih Seyfullah Dumlupnar terkena virus itu di turnamen kualifikasi Eropa.

"Sementara dunia mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menghadapi virus, saya bingung bahwa gugus tugas IOC dan pemerintah Inggris mengizinkan pertandingan meskipun banyak dari kita memiliki kekhawatiran dan hampir semua event olahraga lainnya telah dibatalkan," kata presiden federasi tinju Turki, Eyup Gozgec seperti dikutip Guardian.

Copper Box Arena di London menjadi tuan rumah turnamen kualifikasi resmi Olimpiade, diikuti petinju dari 40 negara.

Dalam sebuah surat kepada federasi tinju lainnya, Gozgec, yang juga wakil presiden Konfederasi Tinju Eropa, mengatakan: "Sayangnya, dua atlet kami dan pelatih kepala Turki kami telah dites positif untuk Covid -19 virus corona setelah kembali ke Turki dari London.

"Mereka semua dalam perawatan sekarang dan untungnya mereka dalam kondisi baik. Ini adalah akibat dari gugus tugas IOC yang tidak bertanggung jawab.

"Virus ini sudah ada sejak Desember 2019. Oleh karena itu, mengapa kualifikasi Eropa tidak ditunda?

"Mereka tidak mempertimbangkan kesehatan siapa pun, yang membuat mereka menjadwalkan event mengerikan ini."

(Laporan oleh Martyn Herman, editing oleh Ed Osmond)