IP "Filosofi Kopi" berubah genre, ini tanggapan Dewi Lestari

·Bacaan 2 menit

"Filosofi Kopi" yang awalnya diangkat dari cerita pendek karya Dewi Lestari pertama kali diadaptasi menjadi film layar lebar dengan genre drama. Intellectual Property "Filosofi Kopi" pun berkembang seiring perkembangan waktu dan sutradara Angga Dwimas Sasongko memutuskan untuk melakukan peralihan genre dari drama menjadi laga.

“Saya sangat terkesan dengan sepak terjang tim Visinema melebarkan semesta Filosofi Kopi hingga seperti sekarang, turun menjadi berbagai format yang tidak pernah saya bayangkan—merchandise, webseries, sepeda, dll—ini menjadi bukti bahwa karakter dan dunia mereka berhasil diterima baik oleh masyarakat dan mereka tumbuh menjadi brand yang sukses," kata Dewi Lestari, dikutip dari keterangan resmi, Senin.

Dewi Lestari sempat bernostalgia dengan momen pertamanya membuat karakter Ben dan Jody yang ada dalam "Filosofi Kopi". Kedua karakter itu dia buat saat duduk di bangku mahasiswa. Jody diambil dari serial animasi "Jody & Foderwing" yang tayang di TVRI ketika ia masih belia, sementara nama Ben dipilih karena ringkas dan tegas.

Baca juga: Chicco Jerikho mulai syuting "Filosofi Kopi 3" pada September

Baca juga: Dee Lestari bocorkan novel mendatang

Ketika kabar mengenai peralihan genre mencuat, Dewi menyambutnya dengan antusias dan mengagumi keberanian Angga Dwimas Sasongko yang tentu tak lepas dari risiko.

"Namun, saya menilai keputusan membuat film laga dapat menyuntikkan darah segar juga ke semesta Ben & Jody.”

Dalam film ini, Dewi Lestari yang juga menyukai genre film laga ikut andil sebagai konsultan cerita. Dia bertugas mengulas dan menelisik skenario film.

"Saya tidak punya catatan khusus mengenai pembatasan jalan cerita atau pun genrenya. Selama skenarionya solid, minim lubang plot, logis, dan mengalir, maka film tersebut punya kans besar
untuk menjadi film yang bagus dan memikat.”

Film pertama "Filosofi Kopi" yang tayang pada 2015 mengangkat tema hubungan ayah dan anak. Bercerita tentang Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) yang mendirikan kedai "Filosofi Kopi". Mereka ditantang untuk membuat kopi yang sempurna, perjalanan itu membawa Ben dan Jody menyusun serpihan masa lalu yang penuh kegetiran dengan orangtua masing-masing. Sementara sekuel "Filosofi Kopi 2: Ben & Jody" tayang pada 2017.

Film ketiga "Ben & Jody" menjanjikan nuansa yang berbeda dari dua film sebelumnya dengan unsur laga yang kental dan adegan penuh aksi. Film ini akan tayang pada 27 Januari 2022.

Baca juga: Rilis trailer resmi, "Ben & Jody" beda dengan "Filosofi Kopi"

Baca juga: Arti kopi untuk Chicco Jerikho

Baca juga: Sedikit bocoran "Ben dan Jody", film ketiga "Filosofi Kopi"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel