IPB: Swasembada Daging Sulit Tercapai Tahun 2014  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

  • 6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Studentpreneur
    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Memulai usaha dari sebuah ide bisnis sederhana sangat cocok untuk dilakukan oleh kita yang belum pernah memulai bisnis sebelumnya. Tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk mendapatkan pengalaman bisnis yang berharga. Bahkan hanya dengan mempunyai smartphone, Anda bisa memulai bisnis Anda sekarang juga. Beberapa di antaranya bahkan tanpa modal. Apa sajakah? …

TEMPO.CO, Bogor - Guru Besar Genetika dan Pemuliaan Ternak Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Muladno, mengaku pesimistis dangan rencana yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang menargetkan pada tahun 2014 mendatang swasembada daging bisa tercapai.

Menurut Muladno, swasembada daging bisa tercapai minimal pada tahun 2021 mendatang, itu pun jika pemerintah dapat menata usaha peternakan sapi yang salah satunya dengan cara memberdayakan peternak kecil dan mengembangkan perusahaan sapi berskala besar.

"Seharusnya pemerintah melakukan program penundaan potong (penggemukan) mulai dewasa tubuh sampai ternak mencapai umur dua sampai 2,5 tahun," kata Muladno, Senin, 29 Juli 2013. "Dengan peningkatan kuantitas dan kualitas pakan, maka dapat meningkatkan bobot daging 7,01 kg dari rata-rata 345,84 kg menjadi 352,85 kg."

Muladno mengatakan seharusnya dalam melakukan penatakelolaan tersebut ada kemitraan antara peternak berskala kecil dengan pelaku usaha yang saling menguntungkan, yakni meningkatkan kinerja peternak dan produktivitas ternak melalui solusi bisnis.

Menurut dia, penurunan populasi ternak sapi sebesar 19% menunjukkan bahwa keberadaan ternak lokal di peternak berskala kecil tidak sangggup menopang kebijakan penerapan kuota impor daging dan impor sapi sebesar 13 % pada tahun ini dan 10% pada tahun 2014.

Hal ini seperti ini bisa dimaklumi karena mayoritas peternak kecil tidak berbisnis sapi sehingga mereka tidak memprediksi kebutuhan masyarakat akan daging sapi. "Di Indonesia sebagian besar memelihara sapi untuk tabungan hidup keluarganya dan akan menjual sapinya di kala butuh uang," kata dia

Dikatakan, dengan karakter peternak kecil seperti itu, kondisi peternak dan usaha peternakan sapi sangat rentan. Ketika jumlah sapi masih mencukupi secara kuantitas, tetapi banyak sapi ternyata tidak dipotong maka kelangkaan daging pasti terjadi.

"Satu-satunya solusi jangka pendek yang memang harus impor. Namun, solusi ini mestinya tidak digunakan secara terus-menerus, melainkan harus ada solusi dengan penyediaan sapi di dalam negeri, dengan mengutamakan pemberdayaan peternak kecil," kata dia.

Muladno menegaskan, untuk peternak berskala kecil, pemerintah harus mengajari peternak dan mengubah perilaku peternak menjadi mengerti bisnis. Dalam hal ini, bisnisnya bersifat kolektif, yaitu semua peternak memiliki saham dalam bisnis tetapi dikelola dalam satu manajemen. "Jangan sampai bantuan pemerintah diberikan secara berkelompok melalui bansos karena sangat rawan dengan aksi korupsi," kata dia.

M SIDIK PERMANA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...