IPC dan UNESCO Serukan WeThe15, Kampanye Global untuk Mengakhiri Diskriminasi bagi 1,2 Miliar Penyandang Disabilitas

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebuah kampanye Global yang disebut WeThe15 akan menjadi pembawa perubahan untuk penyandang disabilitas pada 2030.

Kampanye global ini bertujuan meningkatkan inklusi, meningkatkan kesadaran, dan mengakhiri diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di seluruh dunia. Kampanye ini menyatukan koalisi organisasi dari International Paralympic Committee (IPC) hingga Unesco.

Dilansir dari BBC, peluncuran kampanye disabilitas ini akan dilakukan jelang Paralimpiade Tokyo 2020 yang tertunda yang dimulai pada 24 Agustus.

IPC dan International Disability Alliance yang telah bergabung dengan organisasi seni, bisnis dan hak asasi manusia termasuk Hak Asasi Manusia PBB dan The Valuable 500, memanfaatkan momen tersebut sebagai batu loncatan untuk meningkatkan kesadaran, mengubah sikap dan menciptakan lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas.

Kampanye tersebut telah disiapkan untuk mewakili 15% dari populasi dunia yang difabel, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,2 miliar orang.

Perlunya Menumbuhkan Kesadaran

Maka untuk turut memeriahkan kampanye ini, IPC, Olimpiade Khusus, Invictus Games dan International Committee of Sports for the Deaf akan berkolaborasi untuk pertama kalinya untuk memastikan akan ada acara olahraga besar dan platform untuk kampanye setiap tahun hingga 2030.

Untuk peluncuran tersebut, 125 landmark akan berubah menjadi ungu, warna disabilitas yang diakui secara internasional, dari Empire State Building di New York hingga Ostankino Tower di Moskow dan London Eye.

Presiden IPC, Andrew Parsons, mengatakan, "[Proyek] bertujuan untuk menempatkan disabilitas tepat di jantung agenda inklusi, di samping etnis, gender, dan orientasi seksual. Saya sangat percaya WeThe15 bisa menjadi pengubah permainan yang nyata," katanya, dikutip dari BBC.

Ia juga mengatakan berkolaborasi dengan organisasi besar akan memastikan kehadiran yang signifikan di tingkat lokal, dari yang terendah, untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Sam Milne, dari Leicester, yang menderita cerebral palsy tengah bersiap untuk bertanding bersama tim bola basket lokal. Ia mengatakan persepsi umum masyarakat tentang penyandang disabilitas bisa menjadi masalah sebab ia sendiri telah menghadapi diskriminasi.

Ia mengatakan orang sering menganggap dirinya tidak dapat berbicara karena ia menggunakan kursi roda. Jadi sebisa mungkin dengan memperluas aksesibilitas di banyak tempat akan emningkatkan kualitas hidupnya sekaligus memungkinkannya untuk keluar ke masyarakat dengan lebih mudah. Salah satu keinginannya adalah lebih banyak pintu yang dapat dibuka dengan daya daripada mengandalkan kekuatan.

"Saya bisa berjalan sedikit, tetapi jika saya tidak bisa membuka pintunya maka terbayang hanya sejauh mana saya akan pergi. Kesadaran ini perlu disebarluaskan sehari-hari, seperti ke penjaga toko dan salon rambut," katanya, dikutip dari BBC. Namun ia juga berharap agar kesadaran ini tetap tumbuh dan tidak hilang begitu paralimpiade selesai.

Fokus pada kesetaraan

Rencana kampanye WeThe15 selain pada bidang olahraga, juga fokus meningkatkan kesetaraan, dan berkonsentrasi pada akses vaksinasi COVID-19 dan jelang Paralimpiade LA pada tahun 2028. Mereka berfokus pada pada representasi disabilitas di industri hiburan, seperti memastikan aktor penyandang disabilitas turut mendapat peran sebagai penyandang disabilitas.

Menurut IPC, 85% penyandang disabilitas di seluruh dunia hidup dalam kemiskinan, sekitar 50% menganggur dan 75% negara tidak memiliki undang-undang yang melindungi mereka.

"Kami ingin menangani pekerjaan, kami ingin menangani mobilitas. Tentu saja akan berbeda dari satu negara ke negara lain. Inilah mengapa kami membutuhkan kehadiran lokal di sana untuk memahami tantangan dan itulah mengapa ini adalah kampanye 10 tahun. Kami mencoba untuk mencakup semua basis dan semua negara," kata Parsons.

Sementara WeThe15 berfokus pada statistik bahwa 15% dari populasi disabilitas global, pemerintah AS menempatkannya jauh lebih tinggi pada 26% untuk warganya sementara pemerintah Inggris mengatakan itu 22%, tetapi definisi disabilitas sering bervariasi.

Misalnya di Inggris, seseorang dianggap memiliki disabilitas jika mereka melaporkan penyakit lama atau gangguan yang menyebabkan kesulitan substansial dalam aktivitas sehari-hari.

Para atlet paralimpiade berharap WeThe15 akan menghentikan orang-orang melihat penyandang disabilitas sebagai orang lain.

"Ketika Anda menyadari bahwa satu miliar orang di dunia hidup dengan disabilitas, Anda menyadari bahwa ini harus ada di depan setiap agenda inklusi. Ada begitu banyak potensi dan bakat yang ada di sana yang belum dimanfaatkan karena dunia dirancang di sekitar gagasan 'normal' yang sangat spesifik ini," tambah Parsons.

Ia menyebutkan kalau disabilitas itu mahal, dari membeli peralatan yang tepat hingga membuat bangunan dapat diakses, dan itu semua perlu ditangani. Ia menyayangkan keterbatasan dari berbagai belahan dunia, adalah uang dan investasi serta komitmen bahwa setiap orang harus dapat memenuhi potensi mereka.

Namun ia percaya kesuksesan akan bergantung pada pergeseran pola pikir untuk membuat dunia lebih mudah diakses oleh semua orang.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel