iPhone Diluncurkan 5, Apple Kejar Ketinggalan

TEMPO.CO, California - Ponsel pintar keluaran Apple, iPhone 5S dan 5C, sudah diperkenalkan pada Selasa, 10, September 2013, dalam acara di California, New York.

Media dan calon pengguna sangat antusias melihat produk terbaru Apple ini. Setelah debut kedua ponsel ini berhasil, Apple masih memiliki hal untuk dilakukan, yaitu bertahan di kompetisi.

Memang iPhone unggul dengan desain ramping, sederhana, dan sistem operasi yang 'rapi'. Akan tetapi, masih banyak konsumen yang beralih pada ponsel Android, khususnya Samsung, karena lebih inovatif. Faktanya, iPhone masih kalah saing dengan Android.

Kebanyakan ponsel Android sudah memiliki layar lebar, bahkan beberapa di antaranya tahan air. Kedua teknologi ini belum ada pada produk Apple, khususnya ponsel. Selain itu, tidak seperti produk Apple, Android memberlakukan update otomatis sehingga tidak perlu selalu mengecek ke toko aplikasi.

"Pasar ponsel pintar memang paling kompetitif. Di kelas high-end, terjadi duapoli antara Samsung dan Apple. Banyak orang yang merasa, Apple perlu mengejar 'jarak' dengan pesaingnya," kata Carolina Milanesi, peneliti kepuasan konsumen dari Gartner Research, Selasa, 10 September 2013.

Sebenarnya, iPhone sempat menjadi ponsel terlaris di dunia. Namun, pada beberapa kuartal Apple melemah ketika Samsung mulai memunculkan ponsel seri Galaxy S. Meski begitu, iPhone sempat meraih 24 persen angka penjualan pada tahun 2011. Angka yang cukup baik dalam sejarah penjualan ponsel Apple.

Menurut Scott Kessler, analis dari S&p Capital IQ, produk iPhone dan iPad adalah salah satu perangkat revolusioner saat pertama keluar. Menurut Scoot, untuk dapat mengalahkan pesaing nyata, Apple perlu membuat produk yang lebih inovatif yang berbeda dengan produk pesaingnya.

RINDU P HESTYA | CNN

Berita Populer Terkait:

iPhone 5C, Ponsel Murah Pertama Apple

Begini Kegunaan Finger Print untuk iPhone 5S

Apple Juga Luncurkan 'Dock' untuk iPhone 5S dan 5C 

Negara Manakah yang Paling Bahagia di Dunia?

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.