IPO, Caturkarda Depo Bangunan Bidik Dana Maksimal Rp 537,60 Miliar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk, perusahaan bergerak di bidang usaha ritel bahan bangunan akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan di laman e-ipo.co.id, Senin (1/11/2021), PT Caturkarda Depo Bangunan menawarkan sebanyak-banyaknya 1.024.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan ke publik itu setara 15,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk setelah IPO.

Perseroan menawarkan harga IPO Rp 426-Rp 525 per saham. Dengan demikian, total dana yang diperoleh dari IPO sebesar Rp 436,22 miliar-Rp 537,60 miliar.

Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk meningkatkan belanja modal sebesar 18 persen. Belanja modal itu untuk pembukaan gerai baru dan renovasi gerai-gerai perseroan. Perseroan akan perluas gerai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Pulau Sumatera, dan daerah lainnya.

Sekitar delapan persen dana IPO akan digunakan untuk melunasi pinjaman perseroan kepada bank, 41 persen untuk penyetoran modal kepada entitas anak PT Megadepo Indonesia, dan 33 persen untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan.

Perseroan juga menggelar program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan alokasikan sebanyak-banyaknya dua persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam rangka IPO. Jumlah saham itu setara 20.480.000 saham.

Program ESA untuk pegawai perseroan dan tidak diperuntukkan bagi direksi, komisaris dan pemegang saham perseroan.

Dalam rangka IPO, perseroan telah menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadwal Sementara IPO

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jadwal sementara IPO:

-Masa penawaran awal: 1-8 November 2021

-Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 November 2021

-Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 18-23 November 2021

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 23 November 2021

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 24 November 2021

-Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 November 2021.

Kinerja Keuangan

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip laporan keuangan (unaudited), perseroan mencatat pendapatan Rp 1,16 triliun hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,21 triliun.

Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 959,33 miliar hingga Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 986,21 miliar. Laba bruto perseroan turun dari Rp 232,89 miliar hingga semester I 2020 menjadi Rp 208,08 miliar hingga semester I 2021.

Perseroan mencatat laba tahun berjalan susut menjadi Rp 47,14 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 49,22 miliar. Laba komprehensif tahun berjalan naik dari Rp 46,84 miliar hingga 30 Juni 2020 menjadi Rp 49 miliar hingga 30 Juni 2021.

Total liabilitas perseroan turun dari Rp 619,35 miliar hingga 31 Maret 2021 menjadi Rp 584,66 miliar hingga 30 Juni 2021. Total ekuitas naik menjadi Rp 627,08 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode Maret 2021 sebesar Rp 626,52 miliar.Total aset turun menjadi Rp 1,21 triliun hingga 30 Juni 2021 dari Maret 2021 sebesar Rp 1,24 triliun.

Setelah IPO, manajemen perseroan memiliki kebijakan untuk membayarkan dividen dengan rasio setidkanya 40 persen dari laba tahun berjalan konsolidasi perseroan. Hal ini dimulai dari tahun buku 2022 yang besarnya dikaitkan dengan keuntungan perusahaan pada tahun buku yang bersangkutan dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan perusahaan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel