IPO, Cimory Bidik Dana Maksimal Rp 3,76 Triliun

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang usaha produk susu premium dan konsumen premium, akan menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO).

Perusahaan akan diperdagangkan dengan kode saham CMRY. Mengutip laman e-ipo.co.id, Rabu (10/11/2021), perusahaan akan melepas 1.190.203.000 saham dengan nilai nominal Rp 10. Jumlah saham itu setara 15 persen dari saham dicatatkan perseroan.

Perseroan menawarkan harga penawaran awal di kisaran Rp 2.780 hingga Rp 3.160. Dengan demikian, Cimory berpotensi meraup dana segar dari debutnya di Bursa sekitar Rp 3,31 triliun hingga Rp 3,76 triliun. Pada pelaksanaan IPO, Cimory menggandeng Mandiri Sekuritas dan CLSA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.

Selain itu, perseroan juga akan alokasikan sebanyak-banyaknya 0,06 persen dari saham yang ditawarkan untuk program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA). Jumlah itu setara 700.000 saham dengan harga pelaksanaan ESA yang sama dengan harga penawaran.

Selain itu, perseroan juga menggelar program alokasi saham kepada manajemen dan karyawan perseroan atau management and employee stock option (MESOP) sebanyak-banyaknya 674.448.000.

Penggunaan Dana IPO

Perseroan akan memakai dana hasil IPO ini antara lain sekitar 33 persen untuk belanja modal yang berkaitan dengan penambahan kapasitas untuk fasilitas produksi, sekitar 25 persen untuk penyetoran modal pada entitas anak yaitu PT Macroprima Panganutama.

Selanjutnya 20 persen untuk penyetoran modal pada entitas anak yaitu PT Macrosentra Niagaboga, sekitar 15 persen untuk belanja modal dengan ekspansi saluran distribusi dalam bentuk penambahan 68.000 chiller di toko dan ritel,serta tujuh persen untuk modal kerja.

Adapun pemegang saham Cisarua Mountain Dairy setelah IPO, MESOP dan ESA antara lain Bambang Sutantio sebesar 49,35 persen, Farell G.Sutantio sebesar 7,05 persen, Axel Sutantio sebesar 7,05 persen, Wenzel Sutantio sebesar 7,05 persen.

Selain itu, Tiffany Adikoesomo sebesar 3,92 persen, PT Cimory Dairy Shop sebesar 2,35 persen, PT Cimory Hospitality Sejahtera sebesar 0,78 persen, dan PT Chocomory Cokelat Persada sebesar 0,78 persen. Selain itu, masyarakat 13,82 persen, ESA 0,01 persen dan MESOP 7,83 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Keuangan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Selain itu, perseroan mencatat penjualan naik 115,09 persen menjadi Rp 1,58 triliun hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 735,38 miliar. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 824,32 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 466,14 miliar.

Laba bruto naik 182,02 persen menjadi Rp 757,42 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 268,56 miliar.

Laba usaha tumbuh 668,46 persen menjadi Rp 465,33 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 60,55 miliar. Laba periode berjalan naik 798,54 persen dari Rp 40,56 miliar hingga Juni 2020 menjadi Rp 364,50 miliar.

Total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 701,93 miliar hingga 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 Rp 734,37 miliar. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp 692,99 miliar pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 352,40 miliar.

Dengan demikian, total aset perseroan naik menjadi Rp 1,39 triliun pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 1,08 triliun.

Jadwal IPO

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Rencana jadwal IPO antara lain:

-Masa penawaran awal 10 November-17 November 2021

-Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 November 2021

-Perkiraan masa penawaran umum perdana saham 30 November-2 Desember 2021

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 2 Desember 2021

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 3 Desember 2021

-Perkiraan pencatatan saham di BEI pada 6 Desember 2021

Sekilas Terkait Cimory

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perseroan adalah produsen produk susu premium dan makanan konsumen premium terkemuka di Indonesia. Portofolio produk Perseroan terdiri dari rangkaian produk susu premium dan makanan konsumen premium yang didistribusikan dalam cold chain dan dalam suhu ruangan.

Portofolio produk susu premium Perseroan terdiri dari yogurt dan produk susu yang dijual dengan merek Cimory. Portofolio makanan konsumen premium Perseroan terdiri dari berbagai produk siap masak dan siap makan.

Seperti sosis, nugget ayam, daging luncheon, produk makanan laut, pelengkap makanan berbahan dasar telur, dan produk telur cair, yang dijual dengan merek Besto, Kanzler, Kanzler Singles, Juragan, Euro Gourmet, dan Mamayo.

Perseroan memiliki enam fasilitas produksi yang berlokasi strategis untuk memenuhi basis konsumen Perseroan.

Tiga fasilitas produksi didedikasikan untuk produk susu premium Perseroan, satu berlokasi di Sentul, satu berlokasi di Semarang, dan satu berlokasi di Pasuruan. Serta tiga fasilitas produksi yang didedikasikan untuk makanan konsumen premium, satu berlokasi di Cikupa dan dua lainnya berlokasi di Semarang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel