IPO Desember, Valuasi Saham Saudi Aramco Diperkirakan Capai USD 23.885 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Valuasi saham perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi yaitu Saudi Aramco diperkirakan mencapai USD 1,7 triliun atau Rp 23.885 triliun (1 USD=Rp 14.050). Angkat itu lebih rendah dair target awal yang dinyatakan oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman yang sebesar USD 2 triliun.

Dikutip dari CNN Busines, Selasa (19/11/2019), perusahaan tersebut berencana untuk melepas 1,5 persen atau kurang lebih 3 miliar lembar saham dalam aksi penawaran saham perdana (IPO). Setiap lembar saham dihargai antara 30 riyal sampai dengan 32 riyal.

Jika Acamco mampu mencapai nilai tertinggi, maka perusahaan tersebut akan meraih dana USD 25 miliar atau Rp 351,25 triliun. Angka ini lebih tinggi jika dibanding dengan debut perdana Alibaba di 2014 yang saat ini tercatat sebagau IPO terbesar di dunia.

Saudi Aramco memiliki cadangan minyak yang besar, dan memiliki peran sebagai pengekspor minyak mentah terbesar di dunia. Aramco menghasilkan laba sebesar USD 111 miliar pada 2018.

Menurut prospektus Aramco, harga untuk perdagangan saham akan ditetapkan pada 5 Desember mendatang.

Untuk membantu penjualan saham perdana tersebut, Aramco mendapat bantuan dari Bank of America (BAC), Goldman Sachs (GS), JPMorgan (JPM), Citigroup (C), Credit Suisse (CS), Morgan Stanley (MS) dan HSBC (HBCYF) yang berlaku sebagai penasihat keuangan.

Tujuan IPO

Saudi Aramco

Raksasa minyak itu telah menunda IPO berkali-kali. Awalnya, IPO dijadwalkan pada 2018.   Hal ini dilaporkan berkaitan dengan kekhawatiran Saudi tentang pengawasan publik atas keuangan dan karena kompleksitas struktur perusahaan.

Analis memprediksi nilai valuasi perusahaan ini berkisar USD 1,2 triliun hingga USD 2,3 triliun.

Sebagai perbandingan, saingan terdekat AS Aramco, Exxon Mobil, memiliki kapitalisasi pasar hampir USD 300 miliar dan Chevron bernilai sekitar USD 229 miliar.

Ketika rencana IPO pertama kali muncul pada 2016, Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, percaya jika perusahaan bernilai sekitar USD 2 triliun.

Rencana IPO Aramco akan bertujuan untuk mengumpulkan uang tunai bagi pemerintah, sebagai upaya secara signifikan mengurangi defisit anggarannya dan mendiversifikasi ekonomi di luar minyak. Ini sebagai bagian dari program Vision 2030, sang putra mahkota.

Selama ini ekonomi Arab Saudi sebagian besar masih bergantung pada ekspor minyak. Harga minyak yang lebih rendah telah mendorong defisit anggaran negara tersebut.