IPO, Indo Pureco Pratama Tawarkan 1 Miliar Saham

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indo Pureco Pratama Tbk, perseroan bergerak di industri minyak kelapa dan produk dari kelapa dan perdagangan akan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan di e-ipo.co.id, PT Indo Pureco Pratama Tbk akan melepas saham sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan 21,74 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Harga penawaran Rp 100-Rp 110 per saham. Dengan demikian dana dari IPO diperkirakan maksimal Rp 110 miliar.

Dana hasil IPO antara lain sekitar 61,88 persen untuk belanja modal.Belanja modal akan digunakan untuk pembelian mesin-mesin pabrik CCO, RBD, VCO dan packing.

Selain itu, untuk pembangunan pabrik, pembelian tangki stock. Sedangkan sisanya sekitar 38,12 persen untuk modal kerja antara lain uang muka pembelian bahan nbaku, biaya operasional dan biaya produksi.

Indo Pureco Pratama telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT KGI Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Jadwal IPO:

-Masa penawaran awal pada 18-25 November 2021

-Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2021

-Perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 2-7 Desember 2021

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 7 Desember 2021

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 8 Desember 2021

-Perkiraan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Desember 2021

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kinerja Keuangan

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hingga Agustus 2021, Perseroan mencatat laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 1,86 miliar. Realisasi laba bersih ini tumbuh 107,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 901,27 miliar.

Hal itu juga didukung dari penjualan perseroan. Hingga Agustus 2021, penjualan tumbuh 65,09 persen menjadi Rp 17,77 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,76 miliar.

Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 13,25 miliar hingga Agustus 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,12 miliar. Laba kotor naik 175,67 persen menjadi Rp 4,52 miliar hingga Agustus 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,63 miliar. Perseroan mencatat laba per saham dasar 0,10 hingga Agustus 2021 dari periode sama tahun sebelumnya 0,18.

Total ekuitas perseroan Rp 183,41 miliar dan liabilitas Rp 4,51 miliar hingga Agustus 2021. Perseroan mencatat aset Rp 187,92 miliar hingga Agustus 2021.

Adapun pemegang saham perseroan setelah IPO antara lain PT Lembur Sadaya Investama sebesar 35,22 persen, PT Sapihanean Pangan sebesar 31,67 persen, PT Sumber Sentosa Adikarya sebesar 6,09 persen. Selain itu, PT Cipta Ihya Nusantara sebesar 2,41 persen, Sugiarwati Lucky sebesar 0,87 persen, Shierly Dyanne Wijaya Oei sebesar 0,87 persen.

Kemudian Heri Lim sebesar 0,43 persen, DR Ir H. Soewarso sebesar 0,43 persen, Syahmenan sebesar 0,22 persen, Dicky PH sebesar 0,04 persen dan masyarakat sebesar 21,74 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel